REQNews.com

Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Tindak Tegas @Ethiem

News

Minggu, 20 Februari 2022 - 23:03

Akun @Ethiem (Foto:Istimewa)Akun @Ethiem (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Pemuda Muhammadiyah meminta pihak kepolisian menelusuri pemilik akun twitter @Ethiem. Karena cuitannya dianggap menjurus pada penghinaan terhadap agama Islam.

Sebelumnya beredar unggahan @Ethiem yang mengomentari soal spanduk di Kota Malang bertuliskan 'Malang Tolerant City, Not Halal City'.

Dalam komentarnya itu @Ethiem mengatakan soal umat sampah.

"Not halal city artinya gak mau ngikutin kemauannya umat sampah penyembah khayalan ajarannya si cabul Arab pedofilia. Gitu aja sih maksudnya. Mau diharamkan oleh kalian para umat sampah, tidak masalah," kata @Ethiem.

Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pemuda Muhammadiyah, Razikin mengatakan, cuitan akun tersebut diduga dibuat dengan sengaja.

"Jadi kelihatanya ini dimaksudkan untuk mengetes reaksi umat Islam," ucap Razikin, Sabtu 19 Februari 2022.

Menurut Razikin, kejadian-kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Ia pun memandang, bukan hanya celaan, tapi juga dimaksudkan untuk tujuan politik.

"Dan tentu saja ada pihak-pihak yang mencari keuntungan politik dalam situasi tersebut," kata Razikin.

Sementara itu, warganet mengaitkan pemilik akun @Etheim dengan Pertamina lantaran fotonya sedang memakai helm bertuliskan 'Pertamina' beredar di lini massa

Terkait hal tersebut pihak PT Pertamina juga telah memberikan klarifikasi tentang tuduhan warganet jika karyawannya dianggap menghina agama Islam.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyampaikan, pihaknya sudah menelusuri akun tersebut. Hasil penelusurannya menunjukkan, sang pemilik akun bukannlah pegawai Pertamina.

Fajriyah pun mendorong aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus itu agar Pertamina tidak terseret masalah yang terjadi terkait penghinaan agama.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.