REQNews.com

Ngeri! Malpraktik Filler Payudara Kembali Makan Korban

News

Tuesday, 22 February 2022 - 21:32

Ilustrasi pembunuhan (Foto: Istimewa)Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Seorang wanita berinisial RCD (35) ditemukan tewas di salah satu hotel di kawasan Mangga Besar, yang diduga merupakan korban malpraktik filler payudara.

Menurut keterangan polisi, wanita itu sudah dua kali melakukan penyuntikkan filler, sejak 2011 lalu.

"Pertama pada tahun 2011, kemudian yang kedua korban kembali meminta untuk pelaku menyuntikkan kembali filler payudara pada Jumat, 18 februari 2022," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan, Selasa 22 Februari.

Taufik menyebut, korban mengalami kondisi yang tak wajar hingga akhirnya menjemput ajal.

Berdasarkan kronologis, korban masuk ke kamar hotel seorang diri, sehari sebelum penyuntikkan filler. Ia dijemput oleh seorang pria berinisial AA di Kebon Jeruk sebelum diantar ke hotel.

"Pelaku ER sebelum menemui korban terlebih dahulu membeli cairan silikon di toko kimia sementara untuk bius (lindocaine) suntik dan jarum serta obat ponstan dan amoxilin sudah dibawa oleh pelaku," ujarnya.

Lalu pukul 13.00 WIB, keduanya sampai di hotel. AA menunggu di sekitar hotel, sementara ER masuk ke kamar korban.

ER kemudian melakukan penyuntikan bius terlebih dahulu pada RCD. Selanjutnya melakukan suntik silikon ke kedua payudara korban sebanyak 1000 ml. Satu payudara disuntik silikon sebanyak 500 ml.

Adapun biaya suntiknya seharga Rp 4.000.000 dengan dua kali pembayaran, yakni Rp 1,5 juta ditransfer dan Rp 2,5 juta tunai, yang diterima oleh ER.

Setelah selesai, ER dijemput kembali oleh AA dan diantarkan ke Kebon Jeruk untuk pulang naik bus ke Cikupa.

Atas jasa AA tersebut, ER memberikan bayaran Rp 500.000, dan AA membawa pulang menyimpan peralatan-peralatan suntik, cairan pembius dan sisa cairan silikon di dalam dirigen yang kemudian disimpan di rumahnya.

Sementara menurut Kanit Reskrim Polsek Tamansari, AKP Roland Manurung menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas hotel saat hendak memberitahukan waktu check out.

Meski begitu, hasil identifikasi sementara pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan itu berdasarkan adanya komunikasi via telepon antara korban dengan tukang suntik filler payudara.

 

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.