REQNews.com

Di Sidang Munarman Terlibat ISIS, Rocky Gerung Malah Cerita soal Joe Biden

News

Rabu, 02 Maret 2022 - 17:01

Pengamat Polistik Rocky GerungRocky Gerung

JAKARTA, REQnews - Rocky Gerung dihadirkan sebagai saksi ahli dalam sidang perkara dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa mantan Sekretaris FPI Munarman, yang diduga terlibat gerakan ISIS/.

Adapun dalam sidang itu, Rocky menjelaskan banyak hal mulai dari persoalan keyakinan, baiat hingga Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Di hadapan hakim, Rocky berkata, secara psikologis seseorang yang hadir dalam baiat tidak serta-merta masuk dalam keyakinan tersebut.

"Jadi kalau saya cuma dengar-dengar di situ cuma ada di situ hadir. Ya orang bisa aja ada apa sih ada apa? Ya dia datang aja, oh ini pembaptisan ya? jadi nggak ada hubungannya," kata Rocky Gerung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 2 Maret 2022.

Lebih lanjut, menurut Rocky, Munarman hanya bersikap menghormati dengan hadir dalam sejumlah acara pembaiatan yang berlangsung antara Januari hingga April 2015.

Termasuk saat acara baiat berkedok seminar di Sekretariat FPI Kota Makassar, Markas Daerah Laskar Pembela Islam (LPI) Sulawesi Selatan, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Sudiang Makassar, dan Pusat Pengembangan Bahasa (Pusbinsa) UIN Sumatera Utara.

"Walaupun kita lihat dia khusyuk banget iya tapi intensinya nggak di situ. Lain fokusnya, jadi hanya karena dia hormati maka dia tidak bisa," ujar Rocky.

Lalu, ia menjelaskan soal pandangan Joe Bidcen, bahwa diam adalah keterlibatan atau 'silence is complicity'.

"Joe Biden dia pakai itu dalam konteks yang lain. Maka dia klaim itu politisi selalu klaim seperti itu, anda diam artinya anda setuju," kata Rocky.

Namun pendapat Joe Biden, lanjut Rocky bisa berbeda dengan etika dalam pandangan feminisme yang memang melihat diamnya seorang perempuan tidak bisa dikatakan setuju. Karena diamnya perempuan, bisa difaktorkan karena didominasi laki-laki.

"Karena perempuan memang dikondisikan untuk diam oleh laki-laki, karena kebudayaan, karena culture, bukan karena diam maka dia setuju untuk diperkosa, nggak begitu. Diamnya itu menimbulkan respect pada kita, jadi tidak ada konsekuensi diam artinya setuju," ucapnya.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.