REQNews.com

Ogah Bongkar Big Data Penundaan Pemilu 2024, Luhut: Janganlah, Buat Apa Dibuka?

News

Rabu, 16 Maret 2022 - 10:02

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Istimewa)Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan enggan membeberkan big data yang diklaim bahwa masyarakat Indonesia menginginkan adanya penundaan Pemilu Serentak 2024.

Ia menyebut saat ini teknologi sudah canggih sehingga memungkinkan untuk membaca preferensi masyarakat. Sehingga dirinya menegaskan, jika data yang dimiliki adalah asli.

"Ya pasti adalah, masak bohong? Ya janganlah, buat apa dibuka?," kata Luhut kepada wartawan di Hotel Grand Hyatt Jakarta, dikutip pada Rabu 16 Maret 2022.

Menurutnya, data tersebut adalah kumpulan keresahan masyarakat tidak setuju dengan gelaran pemiliu yang mahal di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Menko Marves itu mengatakan bahwa masyarakat belum siap menghadapi polarisasi politik dan menginginkan keadaan damai.

"Kalau saya, saya hanya melihat di bawah, saya kan sudah sampaikan, kok rakyat itu nanya, yang saya tangkap ini ya, saya boleh benar, boleh enggak benar," kata dia.

Diketahui, sebelumnya Luhut mengklaim memiliki data aspirasi rakyat Indonesia yang menginginkan penundaan Pemilu 2024.

"Karena begini, kita kan punya big data, saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam-macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah," kata Luhut.

Berdasarkan data tersebut, Luhut menjelaskan masyarakat kelas menengah ke bawah ingin kondisi sosial politik yang tenang. Menurutnya, masyarakat tak ingin gaduh politik dan lebih menginginkan kondisi ekonomi ditingkatkan.

"Kalau menengah ke bawah ini, itu pokoknya pengin tenang, pengin bicaranya ekonomi, tidak mau lagi seperti kemarin. Kemarin kita kan sakit gigi dengan kampret-lah, cebong-lah, kadrun-lah, itu kan menimbulkan tidak bagus. Masa terus-terusan begitu," ujarnya.

 

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.