REQNews.com

Polemik Judi Berkedok Investasi Binary Options, Gema Goeyardi Ungkap Fakta Ini

News

Tuesday, 05 April 2022 - 13:50

Ilustrasi judi binary options (Foto: Istimewa)Ilustrasi judi binary options (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Founder Astronacci International Gema Goeyardi menegaskan bahwa binary options bukanlah trading, melainkan judi yang menjanjikan keuntungan dan janji-janji palsu.

"Binary option itu bukan treding, binary options itu adalah judi. Tapi ketika bicara soal optionnya sendiri, pasar option itu suda ada di negara Amerika, tetapi konsep binary options ini adalah pengembangan dari financial betting yang dimarakkan tahun 2009," kata Gema dalam diskusi virtual melalui akun YouTube Badan Perlindungan Konsumen Nasional pada Selasa 5 April 2022.

Menurutnya, binary options sama halnya dengan robot trading, namun menurutnya penggunaan robot trading sah-sah saja tak perlu adanya regulasi, karena bagian dari mechanical trading.

"Yang harus diperhatikan di sini itu adalah masyarakat harus tahu jika robot trading ini dikemas dalam dua hal. Satu, untuk pengguna trading harus trading di broker tertentu yang ditunjuk oleh pemilik robot, itu sudah tidak benar. Kedua, adanya skema marketing MLM di dalam produk-produk keuangan," kata dia.

Dirinya menilai jika hal tersebut patut untuk dicurigai, adanya kemungkinan tindak pidana scam atau jika di luar negeri masuk dalam kategori fraud. "Sedangkan binary options itu memang menggabungkan dengan underline keuangan seakan-akan ini adalah keuangan, kemudian dia konsepnya itu adalah main tebak-tebakan," lanjutnya.

Ia pun mengatakan sempat berdiskusi dengan Siber Bareskrim Polri terkait dengan yang mendasari binary options dan robot treding ini sebagai bentuk perjudian atau tindak pidana. 

"Bahwa kalau unsur perjudiannya mirip, kita bisa mengacu pada Australian Securities and Investments Commission (ASIC) mereka sudah mengkategorikan ini mirip dengan similarities gambling.

"Kedua yang lebih parah, terdapat fraud dalam sistemnya dan ini yang mengkombinasikan antara perjudian, kemudian fraudnya ini yang menyebabkan by design orang itu pasti hancur. Nah kita kan harus membuktikan bahwa dalam sistem ada seperti itu," ujarnya.

 

Gema mengatakan robot trading merupakan automation trading management, jadi setiap orang bisa membuat robot dan memiliki trading system yang bisa diotomatisasi dan bisa digunakan. Sehingga menurutnya bukan robot tradingnya yang harus diregulasi, namun bagaimana cara mereka menjual dan menawarkannya.

Sehingga yang harus diketahui oleh masyarakat menurutnya adalah robot trading yang benar dijual secara putus, yang bisa digunakan di broker manapun. "Jadi bukan robot yang harus digunakan di broker tertentu dan terafiliasi dengan broker tertentu saja dan kemudian harus disewa robotnya dan ditentukan sama dia aturan mainnya. Itu yang patut dicurigai dan memang kebanyakan faktanya membuktikan semuanya fraud," katanya.

Terlebih, menurutnya, jika ada robot yang menawarkan fix income. "Keuntungan di investasi selain yang namanya surat utang nagara itu tidak ada yang pasti," kata Gema.

Selanjutnya jika terdapat robot trading yang menawarkan skema ponzi, member get member, jualan robotnya dan kemudian menggunakan konsep MLM. 

"Cara mereka melakukan scam itu ada dua, yang pertama dari robotnya sendiri itu scam, ponzinya itu scam dan ketiga yang paling besar adalah perbandaran di dunia forex yang digunakan oleh si robot ini. Itu yang akan diambil semua," ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.