Heboh Dugaan Hepatitis Misterius Muncul Akibat Vaksin Covid-19, Duh! Pakar Ungkap Fakta Ini
JAKARTA, REQnews - Publik RI tengah diresahkan dengan kemunculan hepatitis misterius yang sudah memakan korban jiwa. Organisasi kesehatan dunia, WHO bahkan telah menetapkan kasus hepatitis misterius ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Sementara itu, kini heboh dugaan awal atau hipotesis yang menyebutkan bahwa hepatitis misterius tersebut ada kaitannya dengan vaksinasi Covid-19. Hipotesis ini pun tengah jadi pembahasan hangat di seluruh dunia.
Terkait hal ini, Prof Zubairi Djoerban sebagai Pakar kesehatan sekaligus Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara. Menurutnya, hipotesis tersebut belum didukung fakta.
"Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi COVID-19," kata Zubairi Djoerban, dikutip Rabu, 4 Mei 2022.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kasus hepatitis misterius tersebut hingga kini menurut catatan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) telah menjangkit setidaknya 170 kasus di seluruh dunia. Tiga diantaranya menjangkit tiga anak di Indonesia hingga menyebabkan meninggal dunia.
Zubairi mengatakan berdasarkan catatan WHO, rentang usia pasien Hepatitis misterius itu teridentifikasi antara bayi berusia satu bulan hingga remaja 16 tahun.
Menurut Prof Zubairi Djoerban, sebagian besar anak-anak yang meninggal itu terlebih dahulu mengalami masalah gastrointestinal yang diikuti penyakit kuning.
Selain itu, tes laboratorium juga menunjukkan tanda-tanda peradangan hati yang parah. Namun, kata dia, sebagian besar anak tidak disertai mengalami demam.
Hepatitis misterius itu, lanjut dia, masuk dalam kategori amat serius. Pasalnya penyakit tersebut menyebabkan beberapa anak meninggal dunia.
Bahkan dari total 145 pasien dengan hepatitis akut ini, sepuluh di antaranya memerlukan transplantasi hati yang terjadi di Inggris.
Hingga kini, dikatakan Zubairi belum ada teknologi yang mampu mendiagnosa terkait Hepatitis misterius itu.
"Belum ada tes yang memastikan," kata Zubairi.
Pasalnya, kata Zubairi, ratusan pasien pengidap Hepatitis misterius tersebut ternyata negatif virus hepatitis A, B, C, D, E dan dengan kadar enzim transaminase lebih dari 500 unit per liter.
Zubairi pun memastikan, saat ini para ahli tengah menyelidiki terkait penyebabnya, termasuk di Indonesia.
"Sebagian ketemu Adenovirus 41, sebagian ketemu SARS-CoV2, sebagian kombinasi dua virus itu, dan masih mungkin dipicu penyebab lain," kata Zubairi.
Zubairi menjelaskan, Adenovirus merupakan virus umum yang sebabkan berbagai penyakit seperti pilek, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, pneumonia, dan diare.
"Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan hepatitis, dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
