REQNews.com

Viral Mahasiswi Makassar Curhat: Paha Dielus Dosen, Kaki Masuk ke Rok dan Digituin dari Belakang

News

Tuesday, 31 May 2022 - 23:01

Ilustrasi korban pelecehan seksualIlustrasi

JAKARTA, REQnews - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen terjadi lagi, kali ini di Makassar, Sulawesi Selatan.

Seorang mahasiswi menyampaikan curhatannya di media sosial, bahwa ia dan teman-temannya kerap menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dalam unggahan akun @mekdiunm di Instagram, seperti dilihat Selasa 31 Mei 2022, mahasiswi itu menyebut ia dan kawan-kawannya takut melaporkan si dosen, yang memiliki jabatan tinggi jurusan Teknik Elektro.

"Saya juga pernah jadi korbannya kak. Saya punya cerita sendiri kak soal itu dosen. Tapi kita takut melapor karena dia punya jabatan tinggi di jurusan. Takut ka dipersulit dikemudian hari," tulis curhatan mahasiswi tersebut.

Parahnya lagi, mahasiswi itu juga mengungkapkan, dosen bejat tersebut sering memasukkan kakinya ke dalam rok.

"Biasa juga sementara duduk dia langsung pegang paha atau pegang pipi. Terus dia kalau bimbingan tidak pernah pakai sepatu kak. Malahan saya punya teman dia pakai celana agak ketat bagian bawahnya, tapi dia usahakan itu kakinya masuk dalam celana," ujar mahasiswi.

Ia mengaku pernah juga mengalami pelecehan seksual dari dosen yang sama. Dirinya dipeluk dari belakang dan roknya diangkat naik. Mahasiswi itu sudah melapor, namun karena tak pegang bukti akhirnya berakhir hampa.

"Sudah ka melapor ke bimbingan konseling di jurusan, cuman butuh bukti untuk ditindaklanjuti. Sedangkan yang saya bisa cuman speak-up saja ji tidak ada bukti kupegang."

Kepala Humas Universitas Negeri Makassar (UNM) Burhanuddin menanggapi terkait viral curhatan mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual. Ia mengatakan saat ini pihak universitas menyerahkan terlebih dahulu masalah tersebut ke pihak jurusan dan fakultas.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.