Kamboja Dituding Bangun Pangkalan Militer Untuk Cina
AUSTRALIA, REQNews – Australia menuding bahwa Kamboja dan Cina sedang membangun fasilitas angkatan laut rahasia untuk armada Cina. Hal itu dibantah oleh Kamboja dan Cina.
The Washington Post, mengutip pejabat barat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan sebuah fasilitas baru di pangkalan Ream Kamboja – berlokasi strategis di Teluk Thailand – sedang dibangun untuk penggunaan “eksklusif” angkatan laut Cina .
Keberadaan pangkalan militer itu telah menjadi hal yang menyakitkan dalam hubungan AS-Kamboja selama bertahun-tahun.
Amerika sudah lama mencurigai bahwa pangkalan itu akan diubah untuk digunakan oleh Cina yang berusaha memperbesar pengaruh internasionalnya dengan jaringan pangkalan militer.
Wakil Perdana Menteri Kamboja, Prak Sokhonn, menolak laporan itu sebagai “tuduhan tidak berdasar” dalam panggilan telepon dengan menteri luar negeri Australia, Penny Wong.
Sebelumnya, seorang juru bicara Kamboja membatah dan mengatakan pembangunan pangkalan itu bukan hal yang dirahasiakan.
“Kamboja tidak akan mengizinkan militer China untuk menggunakannya secara eksklusif atau mengembangkan situs tersebut sebagai pangkalan militernya,” kata juru bicara pemerintah Phay Siphan kepada AFP.
Namun perdana menteri baru Australia, Anthony Albanese, menyebut laporan itu “mengkhawatirkan”.
“Kami mendorong Beijing untuk transparan tentang niatnya dan untuk memastikan bahwa kegiatannya mendukung keamanan dan stabilitas regional,” katanya, seraya menambahkan Kamboja telah meyakinkan Canberra bahwa tidak ada militer asing yang akan diberikan akses eksklusif ke pangkalan Ream.
Australia juga semakin khawatir tentang pengaruh Beijing yang semakin besar di kawasan Pasifik.
Draf yang bocor dari pakta Kepulauan Solomon-China pada bulan April menimbulkan kekhawatiran bahwa itu akan memungkinkan pengerahan angkatan laut China ke negara kepulauan Pasifik itu – kurang dari 2.000 km (1.200 mil) dari Australia.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.