REQNews.com

Penjelasan BNI Soal Dugaan Kredit Tanpa Agunan ke Perusahaan Batubara

News

Sunday, 03 July 2022 - 20:27

Gedung BNI (Foto:Istimewa)Bank Negara Indonesia (BNI)

JAKARTA, REQnews - Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Mucharom memberikan penjelasan terkait dugaan hoax penyaluran kredit tanpa agunan yang diterima oleh PT BG di Sumatera Selatan.

Mucharom mengatakan jika BNI merupakan perusahaan milik pemerintah yang menjalankan bisnis sesuai dengan koridor dan pengawasan pemerintah sekaligus Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, penyaluran kredit ke pihak lain telah melewati proses legal, termasuk persyaratan agunan yang sesuai dengan nilai fasilitas pinjaman audit internal dan eksternal BNI terus berjalan secara reguler. Itu dilakukan untuk memastikan berbagai tindak fraud yang dapat merugikan perusahaan sebagai penjaga aset negara. 

Ia mengatakan bahwa debitur PT BG telah bermitra sejak 2017. Pihaknya pun memastikan jika pemberian kredit memiliki jaminan agunan dan sesuai dengan ketentuan.

“Kami dapat pastikan semua proses legal dalam penyaluran kredit kami sesuai dengan koridor yang berlaku. Kami harap tidak ada lagi pihak manapun yang sengaja mengumbar hoaks yang membuat masyarakat resah demi mencari keuntungan semata,” kata Mucharom dikutip pada Minggu 3 Juli 2022.

Terkait dengan penyaluran kredit terhadap perusahaan batubara, Mucharom mengatakan telah secara konservatif dengan memperhatikan semua ketentuan dari kementerian & lembaga berwenang.

Yaitu termasuk dengan kredit pertambangan rupiah dan mata uang asing BNI termasuk per kuartal pertama 2022 hanya 3,23% dari total kredit BNI. Penyaluran kredit telah diikuti dengan komitmen green banking untuk sektor energi baru dan terbarukan telah mencapai Rp 10,3 triliun.

“Kami juga telah menyalurkan pembiayaan untuk penanganan polusi mencapai Rp 6,8 triliun, serta segmen pengelolaan air dan air limbah senilai Rp 23,3 triliun,” ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.