Paus Fransiskus Akui Gereja Katolik Lakukan Genosida Terhadap Penduduk Asli Kanada
Maskwacis, REQNews.com -- Paus Fransiskus, Sabtu 30 Juli, mengatakan yang terjadi di sekolah-sekolah asrama yang dijalankan Gereja Katolik Roma dan gereja lainnya, yang secara paksa mengasimilasi anak-anak pribumi Kanada, adalah genosida.
Paus Fransiskus membuat pernyataan itu saat terbang kembali ke Roma, setelah melakukan perjalanan sepekan ke Kanada. Selama perjalanan itu ia menyampaikan permintaan maaf bersejarah atas peran Gereja dalam kebijakan asimilasi paksa.
Di dalam pesawat, Paus Fransiskus ditanya oleh seorang reporter pribumi Kanada mengapa dia tidak menggunakan kata genosida selama perjalanan ke permukiman penududuk asli Kanada? Pertanyaan berikut apakah dia menerima kenyataan para anggota Gereja berpartisipasi dalam genosida.
"Memang benar saya tidak menggunakan kata genosida karena saya tidak memikirkannya," kata Paus Fransiskus. "Tapi saya menggambarkan genosida. Saya minta maaf. Saya meminta maaf atas aktivitas ini, yang merupakan genosida."
Paus Fransiskus melanjutkan: "Saya mengutuk itu, membawa anak-anak pergi dan mencoba mengubah budaya mereka, pikiran mereka, mengubah tradisi mereka, ras, seluruh budaya."
Antara 1881 sampai 1996, lebih 150 ribu anak anak First Nation -- demikian penduduk asli Kanada menyebut dirinya -- dipisahkan dari keluarga dan dibawa ke sekolah asrama. Banyak anak-anak kelaparan, dipukuli, dan dilecehkan secara seksual.
Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Kanada, yang menyelidiki kasus itu, menyebutnya genosida buday.
Sekolah-sekolah itu dijalan untuk pemeirntah oleh kelompok-kelompok agama. Kebanyakan pengelola sekolah adalah imam dan biarawati Katolik.
"Genosida itu istilah teknisnya, tapi saya tidak menggunakannya karena tidak memikirkannya. Saya jelaskan......ya itu adalah genosida, ya....ya...jelas. Anda bisa mengatakan bahwa saya mengatakannya genosida," kata Paus Fransiskus.
Pada hari pertama kunjungan ke Kanada, Paus Fransiskus menyambangi kota Maskwacis -- tempat dua bekas sekolah asrama berlokasi. Saat itu ia meminta maaf, dan menyebut asimilasi paksa sebagai 'jahat' dan 'kesalahan fatal.'
Sampai hari terakhir kunjungan ke Kanada, Paus Fransiskus sama sekali tidak menggunakan kata genosida.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.