REQNews.com

LPSK Beberkan Rekayasa Rekaman CCTV Versi Ferdy Sambo, Ini yang Ditambahkan

News

Wednesday, 24 August 2022 - 15:01

Video CCTV Brigadir J sebelum penembakan, perjalanan pulang dari Magelang ke JakartaVideo CCTV Brigadir J sebelum penembakan, perjalanan pulang dari Magelang ke Jakarta

JAKARTA, REQNews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membeberkan Ferdy Sambo melakukan rekayasa terhadap CCTV terkait kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutarabarat atau Brigadir J.

Rekayasa yang dilakukan Ferdy Sambo yakni dengan menambah backsound narasi terkait kondisi sang Istri Putri Candrawathi.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo membeberkan hasil pertemuan atas undangan Polda Metro Jaya yang diselenggarakan oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya terkait kasus penembakan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutarabarat.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Wadirkrimum, AKBP Jerry R Siagian, LPSK ditunjukkan rekaman CCTV perjalanan rombongan Sambo dari Magelang hingga ke rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Menurutnya, ada satu momen pihaknya diperlihatkan rekaman CCTV di Polda yang memperlihatkan perjalanan rombongan dari Magelang.

Namun dalam CCTV tersebut, terdengar suara-suara musik atau backsound. “Tetapi itu sudah ada rekayasa karena ada suara-suara musik, jadi ada backsoundnya," ujar Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu menyampaikan video CCTV yang ditambah backsound dan narasi yang menggiring penontonnya untuk terpicu secara emosional.  

"Selain dikasih backsound saat diputar, kemudian ada yang menerangkan menjelaskan termasuk menerangkan situasi atau kondisi dari Ibu PC (Putri Candrawathi) sebagai korban," kata Edwin kepada wartawan, Rabu 24 Agustus 2022.

Edwin menjelaskan terdapat sejumlah kalimat yang benar-benar menciptakan kesan seolah-olah PC dalam keadaan sebagai korban kekerasan seksual.  

Edwin menjelaskan narasi tersebut ditambah guna memengaruhi para pendengar agar satu paham dengan Ferdy Sambo.

"Itukan dengan maksud untuk mempengaruhi para undangan supaya yang diundang itu sama frekuensinya dengan maksud tujuan dari si pengundang biar satu pemahaman," ucap Edwin.  

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.