REQNews.com

Ribuan Orang Teken Petisi Minta Keringanan Hukuman Pembunuh Mantan PM Shinzo Abe

News

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 11:22

Tokyo, REQNews.com -- Ribuan warga Jepang menandatangani petisi yang meminta pengadilan meringankan hukuman bagi Tetsuya Yamagami, terdakwa pembunuh mantan PM Jepang Shinzo Abe.

Yamagami menembak Shinzo Abe 8 Juli lalu di Nara, saat mantan PM Jepang itu menyampaikan pidato kempanye. Peluru dari pistol rakitan bersarang di belakang kepala Abe, dan polisi tanpa kesulitan membekuk Yamagami di lokasi penembakan.

Yang terjadi setelah pembunuhan adalah cerita mengenaskan tentang Keluarga Yamagami yang jatuh miskin, terabadikan, dan hidup dalam kemarahan, setelah sang ibu menyumbangkan hartanya ke Gereja Unifikasi.

Yamagami kini berusia 41 tahun. Mereka yang seumuran dengan Yamagami seolah ikut merasakan sakit yang sama dengan sang pembunuh Abe, dan menyampaikan simpati.

Mereka yang menderita akibat kelesuan ekonomi dan gejolak sosial dalam tiga dekade terakhir ikutan bersimpati, dan menyampaikan pengertiannya.

Ada banyak saran agar Yamagami mendapat paket perawatan kejiwaan. Sekitar 7.000 orang menandatangani petisi yang meminta keringanan hukuman untuk Yamagami.

Yamagami mengatakan kepada polisi bahwa Abe adalah politisi yang memecah belah Jepang karena hubungannya dengan Gereja Unifikasi. Para ahli mengatakan kasus Yamagami menerangi penderitaan ribuan anak pengikut Gereja Unifikasi yang menghadapi pelecehan dan penelantaran.

"Yamagami pantas mendapat banyak simpati," kata Kimiaki Nishida, profesor psikologi Universitas Rissho dan ahli dalam studi kultus. "Ada banyak orang yang juga menderita."

Ada implikasi politik serius bagi partai pemeirntah, yang sejauh ini menjaga hubungan baik dengan gereja kendati ada kontroversi dan serangkaian perselisihan hukum.

Popularita PM Fumio Kishida jatuh sejak pembunuhan Abe. Ia dipaksa membersihkan kabinetnya dari politisi yang memiliki hubungan dengan Gereja Unifikasi.


Surat Yamagami

Yamagami kini ditahan hingga akhir November untuk evaluasi mental. Sebelumnya, dia mengungkapkan kebenciannya terhadap Gereja Unifikasi di media sosial -- kelompok keagamaan yang didirikan di Korea Selatan tahun 1954 dan sejak 1980-an menghadapi tuduhan praktek perekrutan secara licik, mencuci otak pengikut agar memberi sumbangan besar.

Dalam sebuah surat yang dilihat The Associated Perss, dan tweet yang diyakini milik Yamagami, pembunuh itu mengatakan keluarga dan hidupnya dihancurkan oleh gereja karena sang ibu memberi sumbangan luar biasa besar.

"Setelah ibus aya bergabung dengan Gereja Unifikasi tahun 1990-an, seluruh masa remaja saya hilang," tulis Yamagami dalam draf surat yang diteukan di komputer dan disita polisi. "Sekitar 100 juta yen (Rp 10,7 miliar) terbuang."

Yamagami berusia empat tahun ketika ayahnya, seorang eksekutif perusahaan yang didirikan kakeknya, bunuh diri. Setelah bergabung dengan Gereja Unifikasi, sang ibu menggelontorkan sumbangan besar yang membuat keluarga bangkrut dan hancur.

Harapan Yamagami untuk kuliah hancur. Saudaranya bunuh diri. Setelah bertugas tiga tahun di angkatan laut, Yamagami menjadi pekerja pabrik.

Paman Yamagami, dalam wawancara media, mengatakan ibu Yamagami menyumbang 60 juta yen, atau Rp 6,4 miliar, dalam beberapa bulan setelah bergabung dengan gereja.

Ketika suaminya bunuh diri, ibu Yamagami menjual properti perusahaan senilai 40 juta yen dan memberikan seluruh hasil penjualan ke gereja. Perusahaan peninggalan sang kakek bangkrut tahun 2002.

Ibu Yamagami tidak bisa lagi memberikan makan kepada anak-anaknya. Ia tidak punya uang lagi. Benar-benar miskin.


Generasi yang Hilang

Ketika Yamagami mencoba bunuh diri tahun 2005, sang ibu tidak kembali dari perjalanan ke Korea Selatan -- tempat gereja itu didirikan

Kepada jaksa, ibu Yamagami mengatakan menyesal telah mengganggu gereja atas dugaan kejahatan putranya. Pamannya mengatakan sang ibu tampak hancur, tapi tetap menjadi pengikut gereja.

Mulai Oktober 2019, Yamagami -- yang secara luas ngoceh di Twitter menggunakan nama Silent Hill 333 -- menulis tentang gereja, masa lalu yang menyakitkan, dan masalah politik.

Desember 2019, demikian Yamagami ngoceh di Twitter, kakek menyalamahkan ibu dan mencoba membunuhnya. "Saat itu, saya ingin mempercayai ibu,"

Alasan mengapa kasus pembunuhan Abe menarik perhatian adalah pembunuhnya, yaitu Yamagami, adalah generasi yang hilang. Atau generasi yang terjebak dengan pekerjaan kontrak bergaji rendah.

Yamagami lulus dari sekolah menengah tahun 1999 atau pada zaman es pekerjaan, sebuah keadaan yang mengikuti ledakan gelembung ekonomi tahun 1980-an.

Meski disebut negara dengan ekonomi terbesar di dunia, Jepang menghadapi tiga dekade gejolak ekonomi dan kesenjangan sosial. Banyak generasi yang tumbuh pada tahun-tahun ini tidak menikah, dan terjebak pada pekerjaan tidak stabil, perasaan terisolasi, dan tidak nyaman.

Kejahatan tingkat tinggi dalam beberapa tahun terakhir, seperti pembunuhan massal di distrik elektronik Akihabara, Tokyo, tahun 2008, dan pembakaran fatal di Kyoto Animation tahun 2016, melibatkan penyerang dari generasi yang hilang dengan riwayat keluarga dan pekerjaan bermasalah.

Kasus Yamagami juga menjelaskan bagaimana kondisi anak-anak penganut Gereja Unifikasi. Banyak yang diabaikan orang tua, dan hanya ada sedikit bantuan karena pejabat pemerintah dan sekolah cenderung menolak campur tangan atas dasar kebebasan beragama.

"Jika masyarakat kita memperhatikan masalah selama beberapa dekade terakhir, serangan Yamagami bisa dicegah,: kata Mafumi Usui, profesor psikologi Universitas Niigata Seiryo dan pakar kultus.

Lebih 55 ribu orang menandatangani petisi yang menyeru perlindungan hukum bagi pengikut Gereja Unifikasi generasi kedua. Menurut penandatangan petisi, mereka dipaksa bergabung dengan gereja.

September 2021, Abe membuat pesan video yang memuji pekerjaan Gereja Unifikasi untuk perdamaian di Semenanjung Korea, dan fokusnya pada nilai-nilai keluarga. "Itulah yang memotivasi Yamagami untuk membunuh," kat Prof Nishida.

Yamagami dilaporkan mengatakan kepada polisi bahwa dia berencana membunuh Hak Ja Han Moon, istri pendiri gereja yang mengmbil alih kursi kepemimpinan sejak kematian Moon tahun 2012. Namun Yamagami mengalihkan sasaran ke Abe.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.