REQNews.com

Diduga Terlibat Skenario Sambo, Timsus Bakal Telusuri Adanya Pertemuan Tiga Kapolda di PMJ

News

Senin, 05 September 2022 - 17:57

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: Humas Polri)Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: Humas Polri)

JAKARTA, REQnews - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan jika Tim Khusus (Timsus) telah menerima informasi adanya pertemuan tiga kapolda usai mendengar skenario Irjen Ferdy Sambo terkait kasus Brigadir J.

Tiga kapolda tersebut adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dan Kapolda Sumatera Utara Irjen R.Z. Panca Putra Simanjuntak.

“Ya dari timus sudah mendapat informasi tersebut,” kata Dedi kepada wartawan di Gedung DPR RI pada Senin 5 September 2022.

Ia mengatakan bahwa timsus akan melakukan pendalaman terkait adanya informasi itu. “Tentunya juga dari timsus nanti akan mendalami apabila memang ada keterkaitan terkait masalah kasus Irjen FS,” kata dia.

Namun, Dedi mengatakan jika saat ini penyidik masih fokus menangani masalah penuntasan 5 berkas perkara terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang sudah di P19 oleh JPU.

Sehingga ia mengatakan bahwa timsus belum melakukan pemeriksaan terhadap ketiga kapolda itu. “Ya nanti progressnya dari timsus. Yang jelas belum (diperiksa), belum belum sama sekali,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mendalami informasi dugaan adanya komunikasi antara Ferdy Sambo dengan para kapolda, pasca penembakan Brigadir J. “Nanti di dalami yah, nanti ditanyakan lagi,” kata Dedi.

Dilansir dari Majalah Tempo, Ferdy Sambo diketahui menghubungi Fadil Imran dalam rentang waktu satu hingga dua jam setelah kematian Brigadir J.

Dalam laporannya, Majalah Tempo menyebut jika dua petinggi Polri yang mengetahui informasi tersebut mengatakan, Ferdy mengabarkan kepada Fadil Imran bahwa Brigadir J atau Yosua Hutabarat dan Bharada E atau Richard Eliezer terlibat baku tembak hingga menewaskan Yosua.

Sambo menceritakan jika istrinya yaitu Putri Candrawathi telah dilecehkan oleh Brigadir J. Menurut dua petinggi polisi itu, Kapolda Metro Jaya yaitu Fadil Imran percaya terhadap informasi itu. 

Berdasarkan informasi dari Sambo itulah, keduanya yaitu Fadil dan Ferdy bertemu lalu saling memeluk dan menghiburnya pada Rabu 13 Juli 2022 lalu. "Saya memberikan support kepada adik saya, Sambo, agar tegar menghadapi cobaan ini," kata Fadil saat itu.

Selanjutnya, Fadil pun meneruskan informasi tersebut kepada Irjen  Nico Afinta dan Irjen Panca Putra. Mereka pun kemudian bertemu di kantor Polda Metro Jaya beberapa hari kemudian. 

Majalan Tempo menyebut jika seorang penyidik mengatakan pertemuan itu atas inisiatif pensiunan pimpinan Polri yang menjadi penasihat di Satuan Tugas Khusus Merah Putih. 

Diketahui, saat itu Ferdy Sambo merupakan Kepala Satgassus Merah Putih sejak pertengahan 2020. Mereka kerap bekerja sama menjalankan operasi, khususnya pengungkapakan kasus kasus narkotika.

Berdasarkan informasi, ketiga kapolda tersebut diduga berbagi tugas untuk menyebarkan informasi tembak menembak dan pelecehan seksual oleh Brigadir J itu ke banyak orang. 

Sedangkan Nico dan Panca bertugas melobi para pejabat utama Polri, seperti Komjen Agung Budi Maryoto dan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Bahkan, Majalah Tempo mengabarkan jika Agung tak membantah disebut telah mendengar pertemuan tiga kapolda itu untuk menyokong cerita Ferdy Sambo. "Peristiwa itu juga turut kami dalami," kata Agung seperti dikutip Majalah Tempo.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.