Gautam Adani, Orang Asia Pertama yang Bertengger di Urutan Kedua Terkaya di Dunia
New York, REQNews.com -- Gautam Adani, industrialis India, secara singkat menjadi orang terkaya kedua di dunia menurut pelacak miliarder real time Forbes, Jumat 16 September.
Adani bertengger di urutan dua selama beberapa pekan, dan menjadi orang Asia pertama yang masuk tiga besar miliarder terkaya di dunia.
Kekayaan Adani melonjak 4 miliar dolar AS (Rp 59,8 triliun) dalam semalam, menjadi 154 miliar dolar (Rp 2.303 triliun). Adani berada di atas Bernard Arnault dan Jeff Bezos, bos LVMH an Amazon.
Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, tak tergoyahkan di tempat pertama dengan kekayaan 270 miliar dolar AS (Rp 4.038 triliun).
Arnault dan Adani saling sikut di posisi dua dan tiga karena harga saham perusahaan keduanya berfluktuasi. Sikut-sikutan biasanya terjadi siang hari, atau saat perdagangan saham berlangsung.
Adani, kini berusia 60 tahun, memperoleh kekayaan di sektor pelabuhan dan perdagangan komoditas. Ia kini mengoperasikan jaringan perusahaan terbesar kedua di India, mulai dari pertambangan batubara, minyak nabati, operasional bandara, dan media.
Kekayaan bersihnya yang menggelembung mencerminkan peningkatan stratosfer berbagai kapitalisasi pasar perusahaan publiknya. Sebab, investor mendukung ekspansi agresif Grup Adani.
Saham Adani Enterprises, yang 75 persen dimiliki Gautam Adani, melonjak lebih dari 2.700 persen sejak Maret 2020 dan nilainya berlipat-lipat dalam enam bulan terakhir.
Lonjakan harga saham juga terjadi di perusahaan milik Adani yang lain, yaitu Adani Transmission, Adani Power, Adani Ports, dan Adai Green Energy. Akibatnya, Adani melewati Mukesh Ambani -- yang bertahun-tahun tercatat sebagai orang terkaya di Asia.
Analis memperkirakan kapitalisasi pasar tujuh perusahaan yang terdaftar di Adani Group sempat menyalip grup Tata pada Jumat 16 September pagi. Ini membuat Adani Group menjadi konglomerat terbesar di India.
Kelas Menengah, Putus Kuliah
Lahir di Ahmedabad, Adani dibesarkan di keluarga kelas menengah. Ia putus kuliah untuk bekerja di industri berlian. Tahun 1988 ia memulai bisnis ekspornya.
Tahun 1995, Adani memenangkan kontrak untuk membangun dan mengoperasikan pelabuhan pelayaran komersial di Mundra, Gujarat. Ia mengubah pelabuhan Mundra menjadi yang terbesar di India.
Adani berekspansi ke pembangkit listrik termal dan pertambangan batubara di India dan luar negeri. Setelah itu ia terjun ke industri petrokimia, semen, pusat data, dan pemurnian tembaga. Ia mendirikan bisnis energi terbarukan dengan target ambisius.
Baru-baru ini Adani merambah sektor media berita, layanan jasa untuk gelombang udara 5G. Muncul spekulasi Adani akan segera mengakhiri dominasi Reliance Indstries Ambani di semua sektor teknologi komunikasi.
Namun, ekspansi Adani ke bisnis padat modal meningkatkan kekhawatiran industri keuangan. CreditSights dari Fitch Group pekan lalu menegaskan betapa mereka khawatir atas pengaruh Adani Group.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.