Netizen Korea Tuding Pria Ikat Kepala Hitam dan Bertelinga Kelinci Pemicu Tragedi Halloween
Seoul, REQNews.com -- Korea Selatan (Korsel) masih berkabung nasional atas Tragedi Halloween di Itaewon yang menewaskan 156 orang. Netizen Korea, yang selamat dari tragedi, berbagi pengalaman dan mencari pelaku utama bencana.
Beberapa penyintas dan saksi mata yang berada di lokasi bencana berbagi pengalaman secara online. Namun, diskusi yang mendominasi media sosial adalah obrolan tentang pria ikat kepala hitam dan bertelinga kelinci.
Satu peserta diskusi mengatakan orang itu lari dari gang sempit terjadi bencana. Usia pria itu sekitar 20 tahun. Ia tidak sendiri, tapi bersama teman-temannya, mendorong kerumunan yang terjebak di gang sempit dekat Hotel Hamilton.
Dorongan itu yang menyebabkan efek domino tragis pada orang lain, mengakibatkan crowd crush. Pengguna media sosial lain menggambarkan pria itu dengan potongan rambut belah tengah.
Netizen lain mencari pria itu, mengulir setiap video dan foto yang diunggah di media sosial. Seseorang mengunci pria itu dan membagikan gambar wajahnya secara online.
Banyak yang menyebutnya sebagai pelaku utama, dan memintanya menyerahkan diri ke polisi. Gambar pria itu sampai kini memenuhi media sosial dan media online Korsel.
Pria itu merespon dengan menyangkal dan memberi penjelasan di Instagram, Selasa lalu. "Saya dan teman-teman saya adalah korban perburuan penyihir. Memang benar saya mengunjungi Itaewon hari itu, tetapi kami meninggalkan lokasi lebih cepat," katanya.
Sebagai bukti, pria itu menunjukan tiket kereta bawah tanah yang dibeli pada Sabtu, dengan mengatakan bahwa dia tidak bersalah.
Menurut tangkapan layar dari aplikasi perbankan, pria itu naik kereta bawah tanah di Stasiun Itaewon pukul 21:55 dan turun di Stasiun Hapjeong pukul 22:17. Panggilan darurat pertama tragedi Halloween masuk pada pukul 22:15.
"Hentikan peruburuan penyihir," kata pria itu.
Kim Un-kyung, kepala Institute Mungcle yang mempelajari masalah media dan hak asasi manusia, mengatakan kesaksian dan komentar orang-orang di tempat kejadian bisa sangat subyektif, alias asal tuduh.
"Semua berbicara tentang berbagai hal yang mereka yakini benar," katanya. "Ini bisa menyebabkan efek samping negatif yang berbahaya jika pernyataan dari tempat kejadian disiarkan tanpa dicek ulang dan dikonfirmasi."
Secara khusus, masih menurut Kim Un-kyung, tragedi Halloween adalah bencana nasional dan tanggung jawab tidak bisa dilekatkan ke individu karena akan merusak substansi insiden.
Saat crowd crush kali pertama diberitakan, rumor yang menyebar adalah orang-orang yang meninggal menelan peremen narkoba yang dibagian salah satu bar. Narkoba itu membuat korban jatuh dan terinjak-injak.
Rumor itu menyebar sedemikian rupa, tapi polisi tak menerima laporan penggunana narkoba.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
