Pejabat Tertinggi Gereja Katolik Prancis Akui Lecehkan Gadis Usia 14 Tahun
Paris, REQNews.com -- Kardinal Jean-Pierre Ricard, salah satu pejabat tertinggi Gereja Katolik Prancis, Senin 7 November mengakui telah melecehkan seorang gadis usia 14 tahun, 35 tahun lalu dan menarik diri dari tugas keagamaan.
"Tiga puluh lima tahun lalu, ketika saya menjadi seorang imam, saya berperilaku tercela dengan seorang gadis berusia 14 tahun," kata Ricard dalam pernyataan tertulis.
"Perilaku saya menyebabkan konsekuensi serius dan abadi bagi orang ini," lanjutnya.
Pengakuan Kardinal Ricard dibuat setelah laporan yang dikeluarkan tahun lalu, yang mengungkapkan sejumlah besar kasus pelecehan seks anak di dalam Gereja Katolik Prancis.
Ricard, kini berusia 78 tahun, sebelumnya adalah uskup agung Bordeaux. Ia pensiun dari jabatannya tahun 2019, untuk menjalani tugas di keuskupan Dignes-Les-Bains. Tahun 1980-an ia menjadi imam di keuskupan agung Marseille.
Pernyataan Kardinal Ricard dibuat saat konferensi pers oleh presiden konferensi para uskup Prancis, Uskup Agung Eric de Moulins-Beaufort.
Uskup Moulin-Beaufort mengatakan total 11 uskup dan mantan uskup, termasuk Ricard, menjadi sasaran tuduhan pelecehan seksual dalam berbagai kasus yang diselidiki pengadilan Prancis dan otoritas gereja.
Ricard mengatakan telah berbicara dengan korban dan meminta maaf, tapi tidak disebutkan kapan itu dilakukan. Menurutnya, dia juga meminta pengampunan kepada semua orang yang dia sakiti melalui pernyataannya, tapi tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud semua oarng yang dia sakiti.
Pada aat Gereja Katolik Prancis mulai membayar kompensasi finansial kepada korban pelecehan seksual anak, Ricard mengatakan dia memutuskan untuk tidak lagi diam tentang situasinya. Dia menyediakan diri untuk keadilan negara dan gereja.
Studi luas yang dirilis tahun lalu oleh komisi independen memperkirakan 330 ribu anak mengalami pelecehan seksual oleh para imam dan tokoh gereja, selama 70 tahun terakhir.
Perhitungan itu mencakup sekitar 216 ribu orang yang dilecehkan para imam dan ulama lainnya, sisanya oleh tokoh-tokoh gereja seperti pemimpin pramuka dan penasehat kamp.
Perkiraan itu didasarkan pada penelitian lebih luas oleh Institut Kesehatan dan Penelitian Medis Nasional Prancis tentang pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.