Dugaan Penipuan Investasi Net89! Taqy Malik Dicecar 18 Pertanyaan oleh Penyidik Bareskrim
JAKARTA, REQnews - Taqy Malik diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang robot trading Net89, yang menyeret nama Reza Paten atau Reza Shahrani sebagai tersangka.
Diketahui, Taqy Malik melelang sepeda Brompton miliknya ke Reza Paten dengan harga Rp 700 juta. Taqy pun diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri selama kurang lebih 7 jam, dari pukul 09.23-16.43 WIB.
Kuasa Hukum Taqy Malik, Dedy DJ mengatakan bahwa dalam pemeriksaan tersebut kliennya ditanya sebanyak 18 pertanyaan. Termasuk terkait dengan penggunaan uang yang diterimanya.
"Poin-poin penting itu seperti yang disampaikan dari awal uangnya dikemanakan, tadi sudah dijwab sama Prof Alim bahwa uangnya dipergunakan untuk kepentingan pembangunan yayasan Masjid Malik Al-Mulqi yang berada di Kota Bogor," kata Dedy kepada wartawan di Gedung Humas Polri pada Kamis 10 November 2022.
Ia menyebut bahwa masjid yang dibangun telah selesai, sehingga tak ada kewajiban dari Taqy Malik untuk mengembalikan dana tersebut. "Jadi tidak ada kewajiban Mas Taqy Malik untuk mengemballikan uang itu karena diperuntukkannya jelas untuk kemaslahatan umat," ujarnya.
Sebelumnya Bareskrim Polri telah menetapkan sebanyak delapan orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan investasi Net89 PT SMI.
“Dalam kasus robot trading Net89 telah ditetapkan delapan orang tersangka yaitu pertama AA selaku pendiri atau pemilik Net89 PT SMI,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah di Gedung Humas Polri pada Senin 7 November 2022.
Ia mengatakan bahwa tersangka AA berperan memberikan petunjuk tentang skema bisnis dan cara memasarkan investasi robot trading Net89.
Kedua yaitu ada LSH selaku Direktur Net89 PT SMI, yang disebut selalu bersama-sama dengan AA. “Ketiga ESI selaku founder dan exchanger Net89 PT SMI yaitu tempat tujuan para member mendepositkan dananya dan asal pencairan dana kepada para member Net89,” kata dia.
Selanjutnya ada RS, AL, HS, FI dan D selaku sub exchanger Net89 PT SMI. Nurul mengatakan bahwa kelimanya sebagai tempat tujuan para member Untuk mendepositkan dananya dan asal pencarian dana kepada para member Net89.
“Saat ini status rekening delapan tersangka tersebut telah dilakukan pemblokiran oleh penyidik,” ujarnya.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
