REQNews.com

Yang Suka Ngegele Perlu Tahu, Ganja Bisa Bikin Kantung Udara di Paru-paru Pecah

News

Wednesday, 16 November 2022 - 08:26

Ottawa, REQNews.com -- Sebuah studi baru, yang diterbitkan jurnal Radiology, menunjukan penghisap ganja lebih mungkin mengembangkan emfisema dibanding perokok.

Emfisema adalah suatu kondisi ketika dinding bagian dalam kantung udara paru-paru (alveoli) rusak, meregang, dan akhirnya pecah, menyebabkan jumlah oksigen yang mencapai aliran darah berkurang.

Pengidap emfisema akan mengalami sesak nafas, dengan kemungkinan mengembangkan bronkitis kronis. Penghisap ganja, menurut penelitian itu, lebih mungkin memiliki tingkat peradangan saluran nafas yang lebih tinggi.

Dalam studi kasus-kontrol, para ilmuwan mengamati CT scan dada perokok ganja, pasien kontrol bukan perokok, dan perokok tembakau, antara Oktober 2005 sampai Juli 2020. Kemudian, para ahli membandingkan tingkat emfisema, perubahan saluran napas, ginekomasita, dan kalsifikasi arteri koroner.

Sebanyak 146 peserta diamati, 56 di antaranya perokok ganja, dan 57 pasien kontrok bukan perokok, sedangkan 33 adalah perokok tembakau.

Peneliti menemukan mereka yang merokok ganja memiliki tingkat perubahans aluran napas lebih tinggi daripada perokok tembakau, bahkan pada yang tidak merokok sama sekali.

Sebanyak 93 persen perokok ganja mengalami emfisema dibandingkan 67 persen perokok tembakau," kata Dr Giselle Revah, penulis utama studi dan ahli radiologi di RS Ottawa di Kanada.

Dr Revah melanjutkan; "Emfisema menyebabkan gejala kongestif dan kecenderungan infeksi." Namun, masih menurut Revah, butuh penelitian lanjutan sebelum membuat kesimpulan besar.

Peneliti mengatakan ganja tidak disaring. Inilah yang mungkin berkontribusi terhadap kerusakan paru-paru.

"Ketika ganja dihirup, lebih banyak partikulati mencapai saluran udara dan tersimpan," kata Revah. "Partikulat ini yang kemungkinan mengiritasi saluran napas."

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.