REQNews.com

Waspada! Kemenkes Umumkan KLB Polio di Indonesia, Simak Penjelasannya

News

Sabtu, 19 November 2022 - 20:00

Ilustrasi Anak-anak menderita penyakit kanker (Foto:Istimewa)Ilustrasi Anak-anak menderita penyakit kanker (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Belum lama dihantam kasus gagal ginjal akut, Kemenkes mengumumkan Indonesia status kejadian luar biasa (KLB) polio seusai ditemukannya satu kasus di Pidie, Aceh.

Dikutip dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, polio sangat menular dapat menyebar dari orang ke orang. Virus penyebab polio ini dapat hidup di tenggorokan dan usus orang yang terinfeksi.

Virus penyebab penyakit ini juga bisa mencemari makanan dan air yang dalam kondisi tidak sehat. Terkait penularannya, penyakit ini bisa menyebar melalui sejumlah hal. Melalui kontak atau terkontaminasi dengan kotoran atau feses orang yang terinfeksi, droplets dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi atau ,emasukkan benda-benda seperti mainan ke dalam mulut.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr Maxi Rein Rondonuwu, temuan diketahui saat pasien mulai sakit pada 6 Oktober 2022.

Diketahui, pasien tersebut mengalami pengecilan paha dan betis. Pasien juga diketahui tidak memiliki riwayat vaksinasi polio.

"Anak itu mengecil di bagian otot, paha, dan betis, dan memang tidak ada riwayat imunisasi. Tidak memiliki riwayat perjalanan, kontak, dan ada perjalanan ke luar, nggak ada," ucap Maxi dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Konferensi Pers: Kejadian Luar Biasa Polio di Indonesia', Sabtu 19 November 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Maxi menjabarkan kemungkinan penularan penyakit polio. Salah satunya, berasal dari perilaku buang air besar (BAB) sembarangan.

Berdasarkan hasil observasi, Maxi mengungkapkan lingkungan tempat bermain pasien memang banyak dibangun MCK. Tetapi, pembuangan limbahnya masih ke sungai-sungai yang ada di sekitarnya.

"Nah ini tempat main anak-anak ini. Ini sudah diambil sampel untuk diperiksa, kita tinggal tunggu hasil 1-2 hari. Sampel air kita sudah ambil dari beberapa titik," kata Maxi.

"Jadi, perilaku buang air besar sembarang itu punya potensi. Jadi kemungkinan penularannya, faktor risiko yang paling familiar kami lihat ada di sini," ujar dia.

 

Redaktur : Tia Heriskha

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.