Setelah Dianiaya, Gadis 14 Tahun Ini Digunduli dan Diarak, Polisi Tetapkan 7 Tersangka
MINAHASA UTARA, REQNews - Gadis remaja inisial AR (14) digunduli hingga diarak warga di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut). Sebelumnya ia pun mendapatkan penyiksaan dari pelaku.
Video saat AR diarak warga viral di media sosial dan polisi pun segera turun tangan. Saat ini polisi telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap AR.
Tuju orang yang ditetapkan sebagai tersangka, memiliki peran berbeda saat menganiaya korban.
Ketujuh tersangka masing-masing berinisial SW (55), S (57), RW (23), TW (23), PN (42), TR (16) dan QK (14).
Kasat Reskrim Polres Minut AKP Yulianus Samberi menjelaskan salah satu peran tersangka yakni SW.
Pelaku SW disebut memukul korban satu kali dengan menggunakan telapak tangan hingga mengenai pada punggung korban. Tak hanya itu, pelaku juga memukul kaki kanan korban menggunakan alu lesung.
"Memukul satu kali kaki kanan korban menggunakan alu," kata Samberi, dikutip dari detikcom, Selasa 22 November 2022.
Samberi menjelaskan, korban juga dianiaya menggunakan kursi plastik dan sapu lidi. Hal tersebut mengenai punggung korban.
"Memukul satu kali punggung korban menggunakan kursi plastik. Memukul satu kali punggung korban menggunakan sapu lidi," katanya.
Menurutnya, SW (57) saat itu menampar korban sebanyak 3 kali. Tak hanya itu, ia pun mencukur rambut korban hingga gundul.
"Menampar tiga kali pipi korban, mencukur rambut korban," ujar Samberi.
Sementara untuk RW (23) membantu mengambil gunting dan alu. Selanjutnya TW (23) mencukur rambut korban.
"PN (42) membantu mengikat tangan korban dengan tali rafia," urai Samberi.
Untuk tersangka TR (16) yang masih di bawah umur ikut berperan membantu pelaku lainnya mencukur rambut korban. Selanjutnya tersangka QK (14), berperan mengarak korban di jalan raya.
"TR mencukur rambut korban, QK mengarak korban di jalan raya dengan cara mengawasi dari belakang," ungkapnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.