10 Tentara Meksiko Tewas dalam Penangkapan Putra Gembong Narkoba El Chapo Guzman
Mexico City, REQNews.com -- Pemerintah Meksiko mengatakan sepuluh tentara tewas dalam operasi penangkapan Ovidio 'El Raton' Guzman, putra gembong narkoba Joaquin 'El Chapo' Guzman yang menjalankan Kartel Sinaloa.
"Seorang kolonel yang memimpin satu batalion infanteri termasuk yang tewas di pihak tentara," kata Menteri Pertahanan Luis Cresencio Sandoval kepada wartawan. "Sebanyak 35 tentar lainnya menderita luka tembak dan dibawa ke rumah sakit."
Kartel Sinaloa kehilangan 19 bajingannya, dan 21 lainnya ditangkap. Korban keseluruhan dari kedua pihak 29 orang.
Sandoval mengatakan satu pesawat sipil yang hendak lepas landas dari Bandara Internasional Culiacan, serta dua pesawat AU Meksiko, terkena tembakan orang-orang bersenjata Kartel Sinaloa mencoba membebaskan El Raton.
Pesawat militer mendarat darurat. Tidak ada korban luka akibat serangan yang nyaris menjatuhkan pesawat. Bandara Culiacan kembali beroperasi sejak Jumat.
Ovidio Guzman, alias El Raton atau Si Tikus, ditangkap Kamis lalu dan diterbangkan ke Meksiko City lalu dipindahkan ke penjara dengan keamanan tinggi di Altiplano.
Di penjara ini El Chapo, ayah El Raton, membangun reputasinya sebagai perencana pelarian terbaik. El Chapo menyuap sejumlah petugas, dan melarikan diri.
Setelah El Raton ditangkap, ribuan tentara menyerbu kubu Kartel Sinaloa di Culiacan dan merebutnya. Tentara mendapat perlawanan hebat dari orang-orang bersenjata kartel, yang menyebabkan Culiacan tak ubahnya zona perang.
Meksiko Membantah
AS menjanjikan 5 juta dolar, atau Rp 78 miliar, untuk informasi yang mengarah ke penangkapan El Raton yang diduga menjalankan Kartel Sinaloa setelah El Chapo diekstradisi ke AS.
John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, memuji penangkapan El Raton. "Itu bukan prestasi yang tidak berarti," kata Kirby.
Penangkapan Ovidio Guzman diduga berkaitan dengan diplomasi Meksiko terhadap AS. Presiden AS Joe Biden dijadwalkan hadir pada pertemuan puncak pemimpin Amerika Utara, dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menjamu Joe Biden dengan kepala Ovidio Guzman.
Meksiko membantah keterlibatan AS dalam operasi penangkapan Ovidio Guzman. "Kami bertindak mandiri. Ada kerja sama dan akan terus ada, tapi kami yang membuat keputusan karena kami pemerintah berdaulat," kata Lopez Obrador.
Ovidio Guzman mendapat perintah pengadilan yang memblokir ekstradisi langsung ke AS. Pemerintah Meksiko mengesampingkan ekstradisi jalur cepat, dengan mengatakan proses hukum yang tepat akan diikuti.
Tidak Sendiri
Ovidio Guzman tidak sendirian menjalankan Kartel Sinaloa, tapi bersama satu saudara laki-lakinya. Keduanya dikabarkan mengawasi selusin laboratorium metamfetamin, serta bersekongkol mendistribusikan kokain dan marijuana ke AS.
El Raton juga memerintahkan pembunuhan informan pesaingnya dan penyanyi Meksiko yang menolak tampil di pernikahannya. Tahun 2019 El Raton ditangkap tetapi dibebaskan setelah Kartel Sinaloa menggelar perang habis-habisan yang membakar Culiacan.
Pemebasannya memicu kecaman terhadap Presiden Lopez Obrador. Sang presiden mengatakan pembebasan Ovidio Guzman untuk melindungi warga sipil.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
