Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva Dukung Pemilu Proporsional Tertutup, Ini Alasannya
JAKARTA, REQNews - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva turut bersuara terkait raminya pro kontra wacana perubahan sistem pemilu dari proporsional terbuka menjadi tertutup.
Ternyata Hamdan Zoelva mendukung pemilu tertutup, Zoelva menilai sudah waktunya kembali melaksanakan pemiliham umum yang lebih sederhana yaitu kembali kepada sistem proporsional tertutup.
Karena pengalaman 4 kali pemilu, terbukti tidak juga memberikan dampak perbaikan bagi akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
"Demikian juga akuntabilitas wakil rakyat yang terpilih yang diharapkan menjadi keunggulan dari sistem proporsional terbuka, juga tidak terbukti, " cuit Zoelva melalui akun Twitter @hamdanzoelva, yang dikutip REQNews Jumat 13 Januari 2023.
Zoelva mengatakan, justeru pemilu terbuka yang terbukti adalah kuasa uang dan oligarki menjadi lebih kuat.
"Hal itulah yang dihawatirkan oleh para founding fathers/mothers bahwa sisitem demokrasi liberal melanggengkan kekuasaan kapitalisme," ungkapnya.
Karena kuasa uang dan modal untuk memenangkan pertarungan dalam pemilu, maka tidak bisa dihindari nafsu mengakumulasi modal ketika menjabat, berakibat terbukti banyaknya wakil rakyat yang harus berurusan dengan korupsi dan ditangkap KPK.
"Sistem ini juga sangat rumit, sangat berat bagi para penyelenggara pemilu dan pemborosan uang negara karena biaya yang besar tidak bisa dihindari," ujarnya.
Dengan sistem proporsional tertutup, Zoelva mengatakan maka proses pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara menjadi lebih sederhana, biaya lebih murah, prinsip demokrasi tetap dipertahankan. Akuntabilitas pemerintah tetap bisa dijaga.
"Masalahnya hanya kekhawatiran atas dominasi partai dalam menentukan nomor urut yang harus diantisipasi dengan demokratisasi internal parpol dengan menjadikan parpol sebagai badan hukum milik publik, bukan milik elit partai. Parpol harus transparan dan didiaudit BPK," uangkapnya.
Dengam perubahan sistem ke proporsional tertutup, memberi jalan bagi penyederhenaan penyelenggaraan pemilu yang sekarang seperti sebuah organisasi pemerintahan tersendiri dengan biaya luar biasa.
Zoelva mengungkapkan dengan sistem proporaional terbuka yang melanggengkan oligarki, tidak memungkinkan untuk mewujudkan demokrasi dan keadilan ekonomi yang dicita-citakan kan oleh konstitusi.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.