REQNews.com

Ngeri! Pekerja Lokal Bentrok dengan Pekerja Asal Tiongkok di Morowali, 2 Orang Tewas

News

Monday, 16 January 2023 - 12:32

Ilustrasi bentrokan (Foto:Istimewa)Ilustrasi bentrokan (Foto:Istimewa)

MOROWALI UTARA, REQNews - Kejadian mengerikan terjadi di pabrik smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pekerja lokal bentrok dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok.

Bentrokan Tenaga Kerja tersebut terjadi pada Sabtu 14 Januari 2023 malam.

Akibat bentrokan tersebut puluhan pekerja dilaporkan terluka dan dua di antaranya meninggal dunia.

“Korban jiwa ada dua, satu dari TKA, satu dari TKI,” Kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Polisi Didik Supranoto dikutip dari VOA, Senin 16 Januari 2023.

Personel kepolisian bersama TNI yang tiba di lokasi, berusaha untuk menenangkan para pekerja.  Namun, upaya aparat itu tidak diterima sehingga terjadi adu mulut yang berujung pada pelemparan ke arah petugas.

Didik mengatakan terkait dengan insiden tersebut, polisi telah mengamankan puluhan orang untuk dimintai keterangan di markas Kepolisian Resort Morowali Utara.

“Yang diamankan ada 69 orang, sekarang di Polres. Masih dalam proses pemeriksaan terkait dengan kejadian tadi malam,” ungkap Kombes Didik Supranoto.

Bentrokan yang terjadi diduga dipicu karena pihak keamanan perusahaan menahan sekitar 500 pekerja yang mencoba memasuki pos 4 pabrik smelter milik PT GNI untuk melakukan aksi mogok kerja.

Mogok kerja itu dilakukan setelah tujuh dari delapan tuntutan mereka belum disetujui oleh pihak perusahaan.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT GNI Morowali Utara, Amirullah, menduga bentrokan itu dipicu oleh pemukulan terhadap enam pekerja lokal dalam aksi demonstrasi mogok kerja.

“Karena mungkin dia tidak terima bahwasanya teman-teman yang dipukul orang Indonesia, teman-teman kerjanya, sehingga dia balas,” kata Amirullah.

Pasca kejadian bentrokan, aktivitas perusahaan dihentikan untuk sementara waktu.
 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.