Matteo Messina Denaro dan Akhir Petualangan Bos Mafia Sisilia Paling Kejam
Palermo, REQNews.com -- Kepolisian Italia, Senin 16 Januari, menangkap bos mafia Sisilia Matteo Messina Denaro dan mengakhiri pengejaran 30 tahun terhadap bos organisasi kejahatan paling kejam.
Denaro ditangkap di sebuah rumah sakit swasta di Sisilia, tempat dia dirawat akibat penyakit kanker. Dijuluki 'Dabolik' dan U Siccu (Si Kurus), Denaro dijatuhi hukuman in absentia seumur hidup atas perannya dalam pembunuhan jaksa anti-mafia Giovanni Falcone dan Paolo Borsellino tahun 1992.
Dua pembunuhan itu mengejutkan Italia, dan memicu tindakan keras terhadap Cosa Nostra.
Bualan Denaro
Suatu kali, Denaro membual. "Saya bisa memenuhi areal makam dengan orang-orang yang saya bunuh sendiri," katanya.
Ungkapan itu sulit dikonfirmasi. Namun, ketika berbicara tentang legenda yang mengelilingi dirinya, itu mungkin bukan bualan kosong seorang pemimpin mafia.
Denaro adalah pemimpin Cosa Nostra tak terbantahkan di Propinsi Trapani, Sisilia barat. Namun, kekuasannya meluas sampai ke Palermo, ibu kota Sisilia.
Penggemar jam Rolex dan pakaian desainer terkenal itu adalah pembaca buku komik. Julukan Diabolik berasal dari karakter salah satu komik kesukaannya. Ia juga penggemar video game, meski tidak ada bukti apa mainan kesukaannya.
Ia juga seorang playboy, dan pernah tampil di sampul majalah Italia dengan kaca mata hitam. Orang mengatakan ia lebih pantas menjadi bintang rock daripada bos mafia.
Daftar korban Denaro sedemikian panjang dan kejahatannya mengerikan. Dari salah satu yang paling mengerikan adalah pembunuhan seorang remaja putra seorang pengkhianat.
Remaja itu diculik, ditahan selama dua tahun, dibunuh dan tubuhnya dilarutkan dalam asam.
Anak Penjahat
Lahir 26 April 1962 di Castelvetrano, barat daya Sisilia, Denaro dibesarkan di jantung kejahatan terorganisir. Don Ciccio, ayahnya, adalah pemimpin klan lokal dan ayah baptisnya adalah anggota gengster.
Perselisihan pertamanya dengan hukum terjadi tahun 1989, ketika dia terlibat dalam pertikaian berdarah dua klan.
Tahun itu dia dituduh membunuh Nicola Consales, pemilik hotel yang mengeluh kepada karyawan bahwa dirinya selalu memiliki mafioso kecil di bawah kaki.
Sialnya, karyawan itu adalah gundik Denaro. Ia melapor ke Denaro, dan riwayatnya selesai.
Tahun 1992, Denaro menjadi bagian kelompok massa yang dikirim ke Roma untuk mencoba membunuh hakim anti-mafia Giovanni Falcone.
Kelompok itu dipanggil kembali oleh Saltore 'Toto' Riina, bos Corleone yang dijuluki The Beast. Riina memutuskan pendekatan lain, dan Falcone dibunuh lewat aksi bom mobil di dekat Palermo pada 23 Mei 1992.
Juli 1992 Denaro terlibat dalam pembunuhan Vincenzo Milazzo, pemimpin klan saingannya Alcamo. Denaro mencekik pasangan Milazzo yang sedang hamil tiga bulan. Jenazah keduanya dibawa ke pedesaan dan dikubur.
Sebagai pemimpin klan Castelvetrano, Denaro bersekutu dengan klan Corleonesi dan diabadikan dalam film legendaris The Godfather.
Teror Habis-habisan
Setelah Toto Riina ditangkap Januari 1993, Denaro melanjutkan strategi teror habis-habisan. Ia memberi dukungan logitik untuk pengeboman Florence, Milan, dan Roma, sepanjang tahun itu. Korban tewas 10 orang, 100 lainnya luka-luka.
November 1993 pengadilan memutuskan Denaro dalah penyelenggara penculikan Giuseppe Di Matteo yang berusia 12 tahun. Ayah Di Matteo memberikan kesaksian tentang keterlibatan Denaro dalam pembunuhan Falcone.
Messina Denaro lenyap dari pandangan publik musim panas 1993, dan polisi memulai perburuan 30 tahun terhadap bos paling kejam dalam sejarah kejahatan Italia.
Tahun 1994 dan 1996, pernyataan sejumlah mafia membongkar peran Denaro dalam Cosa Nostra. Tahun 2.000, setelah proses maksimal melawan mafia Sisilia di Trapani, Denaro dijatuhi hukuman seumur hidup secara in absentia.
Selama beberapa dekade sebagai buronan, Denaro mengelola urusan dengan berkomunikasi menggunakan nama samaran, yaitu Alessio. Ia menggunakan sistem pizzini, yaitu meninggalkan pesan di selembar kertas kecil.
Berikutnya adalah rumor. Salah satunya, Denaro menjalani operasi plastik agar wajah dan penampilannya tak dikenali.
Dia memiliki banyak sumber pendapatan dari perdagangan narkoba sampai perjudian, di dalan di luar negeri.
Tahun 2015, Teresa Principato -- jaksa Italia yang tak lelah mengejarnya -- mengatakan Denaro kemungkinan besar mampu menghindari penangkapan karena dilindungi pada tingkat paling tinggi.
Terpojok
Principato tidak mengatakan apakah komentarnya mengindikasikan bahwa Cosa Nostra adalah politisi atau institusi.
"Kami mendapat konfirmasi kehadirannya di Brasil, Spanyol, Inggris, dan Austria," kata Principato kepada surat kabar Il Fatto Quotidiano. "Dia melakukan perjalanan untuk bisnis tingkat tinggi,d an kepulangannya ke Sisilia tidak teratur dan semakin jarang."
Tahun 2020 beberapa kolaborator Denaro ditangkap. Sang bos mulai tersudut. Oktober tahun lalu, pengadilan kembali menjatuhkan hukuman in absentia atas perannya dalam pembunuhan Falcone.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.