Giliran IBM Pangkas 3.900 Karyawan di Seluruh Dunia
New York, REQNews.com -- IBM Corporation mengumumkan akan memangkas 3.900 staf, atau 1,5 persen dari seluruh karyawannya di seluruh dunia.
Keterangan resmi IBM menyebutkan pemutusan hubungan kerja (PHK) ini terkait dengan spin off dan penjualan Kyndryl yang diumumkan sebelunya dan menjadi bagian unit AI Watson Health, dan akan merugikan perusahaan 300 juta dolar AS atau Rp 4,4 triliun.
Pemangkasan, masih menurut IBM, sepenuhnya berkaitan dengan reorganisasi unit bisnis dan bukan berdasarkan kinerja 2022 atau ekspektasi 2023.
Chief Financial Officer (CFO) IBM James Kavanaugh mengatakan perusahaan masih berkomitmen merekrut karyawan untuk penelitian dan pengembangan yang dihadapi klien.
Saham IBM tergelincir dua persen dalam perdagangan setelah jam kerja usai pengumuman itu.
Rabu lalu, IBM juga melaporkan laba beragam, dengan pendapatan sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan tetapi laba operasi dan arus kas lebih rendah dari yang diproyeksikan.
Pendapatan kuartal keempat mencapai 16,7 miliar dolar AS, atau Rp 250,2 triliun, atau di atas perkiraan 16,4 miliar dolar AS atau Rp 245,7 triliun. Arus kas 2022 mencapai 9,3 miliar (Rp 139,3 triliun), atau 10 miliar di bawah target, akibat kebutuhan modal kerja yang tinggi.
Arus kas bebas IBM tahun ini diharapkan menjadi 10,5 miliar dolar AS, atau Rp 157,3 triliun, sedangkan pendapatan akan meningkat pada pertengahan satu digit.
Sebelumnya, Alphabet -- perusahaan induk Google -- Microsoft, Amazon, dan Meta, lebih dulu memangkas karyawan.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.