Belajar dari Rusia di Ukraina, Cina akan Rebut Taiwan dalam Dua Pekan
Taipei, REQNews.com -- Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng, Jumat 24 Februari, mengatakan jika Cina menyerang, Taiwan akan bertempur sampai titik darah penghabisan.
Komentar Menhan Chiu muncul setelah Chieh Chung -- analis keamanan National Policy Foundation -- mengatakan Cina belajar dari invasi Rusia ke Ukraina untuk memperoleh kemenangan cepat saat menginvasi Taiwan.
"Kami telah mengevaluasi kemampuan lawan," kata Menhan Chiu. "Tidak peduli seberapa cepat Cina akan menang, mereka harus melewati rintangan Selat Taiwan."
Dalam wawancara dengan Majalah Persemakmuran yang diterbitkan 21 Februari, Chieh mengatakan Cina akan menghindari kesalahan Rusia yang meremehkan lawan, dan akan berusaha mengakhiri perang di Taiwan dengan cepat.
Sejak awal, menurut Chieh, serangan terhadap Taiwan mungkin akan jauh lebih besar dibanding yang dilakukan Rusia di Ukraina. Namun, lanjutnya, tidak terlalu besar dan Taiwan dapat direbut dalam satu atau dua pekan.
Merespon teori Chie bahwa Taiwan akan jatuh dalam dua pekan, Menhan Chiu mengatakan; "Bukan hanya dua pekan. Saya berbicara tentang pertempuran sampai akhir."
Ia yakin Cina berpikir sekian kali akan dapat memenangkan perang dengan Taiwan dalam waktu singkat. Namun ia akui prediksi ini terlalu optimis.
Menhan Chiu yakin Cina tidak akan merebut Taiwan dalam dua pekan setelah melepas tembakan pertama. "Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan," katanya.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.