Demi Puaskan Napsu Pacar, Mahasiswi Kedokteran Unand Rekam Bagian Tubuh Sensitif Temanya
JAKARTA, REQNews - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengecam keras peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh sepasang kekasih mahasiswa Universitas Andalas.
Pelecehan tersebut menimpa sembilan orang mahasiswa lainnya yang merupakan teman pelaku.
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Ratna Susianawati menjelaskan bahwa pelaku pelecehan berjumlah dua orang, yakni laki-laki dan perempuan yang merupakan sepasang kekasih.
"Pelaku yang berjumlah 2 orang adalah mahasiswa Universitas Andalas. Mirisnya lagi salah satu pelaku adalah seorang mahasiswi yang cukup mengenal dekat para korban," ungkap Ratna, Rabu (1/3/2023).
Bahkan dalam melakukan aksinya, pelaku sering kali menginap di kost/rumah para korban. Pelaku mengambil foto dan merekam video bagian tubuh yang sensitif dari para korban
Ratna menjelaskan, pelaku berdalih bahwa tindakannya ini semata-mata untuk memuaskan nafsu pelaku lainnya yang merupakan pacarnya.
“Kami mengecam keras apapun bentuk kekerasan seksual yang terjadi, terlebih perbuatan tersebut dilakukan oleh salah satu pelaku perempuan yang seharusnya menjaga kehormatan para korban yang sama-sama perempuan," kata Ratna.
Menanggapi kasus ini KemenPPPA bertindak cepat untuk melakukan pencegahan.
"Tentunya ini tidak bisa dibiarkan dan langkah cepat perlu dilakukan untuk mencegah kasus seperti ini tidak terulang kembali dengan mengusut tuntas dan memastikan pelindungan dan pemenuhan hak para korban," jelasnya.
Terkait kasus ini, Ratna mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pihak terkait seperti Kompolnas, Satgas PPKS Unand, dan UPTD PPA Sumatera Barat untuk memastikan kasus ini segera ditangani.
"Para korban segera mendapatkan pendampingan baik secara psikologis, maupun proses hukumnya. Kasus ini agar diusut tuntas dan melihat kemungkinan jumlah korban dapat bertambah” jelas Ratna.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.