Miris, Gaji Guru Honorer di NTT Masih Rp200 Ribu
NTT, REQnews - Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriawan Salim menegaskan pendidikan masih memiliki masalah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah permasalahan guru honorer yang masih menerima upah ratusan ribu saja.
Maka, kebijakan Pemprov NTT yang meminta murid Sekolah Menengah Atas (SMA) masuk sekolah pukul 05.00 WITA tidak berkorelasi dengan pencapaian kualitas pendidikan.
“Ribuan guru honorer di NTT diberi upah jauh di bawah UMK/UMP berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp750 ribu per bulan,” kata Satriawan, Selasa 28 Februari 2023.
Hal ini semakin mengkhawatirkan jika mengacu pada data BPS pada tahun 2021 yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTT hanya 65,28 atau peringkat ke-32 dari 34 provinsi. Sementara menurut Neraca Pendidikan daerah Kemendikbudristek pada 2021 mencatat kelas-kelas di sekolah masih ada yang rusak yaitu meliputi 47.832 kelas.
“66 persen SD belum dan berakreditasi C, 61 persen SMP belum dan berakreditasi C, 56 persen SMK belum berakreditasi C,” katanya.
Satriawan juga mengatakan kalau seharusnya Pemprov NTT bisa fokus menyelesaikan masalah yang lebih esensial.
“Mestinya kebijakan pendidikan Pemprov NTT fokus saja pada masalah yang esensial dan pokok. Bisa dikatakan Pemprov NTT menggaruk yang tidak gatal,” katanya.
Maka P2G menimbang kondisi ini dan mendesak Pemprov NTT membatalkan kebijakan tersebut. Hal ini karena kebijakan tersebut tidak memiliki pijakan akademis sedikit pun. Kebijakan ini dinilai juga tidak ramah terhadap siswa, orang tua, dan guru.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.