REQNews.com

Cina Sebut Anggapan AS Soal Ancaman TikTok Tidak Bisa Dibuktikan, Ini Penjelasannya

News

Minggu, 19 Maret 2023 - 06:00

Ilustrasi Tiktok (Foto: Istimewa)Ilustrasi Tiktok (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Tudingan Amerika Serikat yang menyebut aplikasi TikTok menimbulkan risiko keamanan nasional melalui data yang dikumpulkan dari jutaan penggunanya ternyata menuai reaksi. Cina selaku negara asal aplikasi TikTok mulai gerah dengan tudingan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Cina (MFA) mendesak AS membuktikan tudingan mereka bahwa aplikasi video singkat asal Negeri Tirai Bambu tersebut merupakan ancaman keamanan nasional AS.

"(Sampai sekarang) AS tidak bisa menunjukkan bukti bahwa TikTok mengancam keamanan nasionalnya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina (MFA) Wang Wenbin di Beijing, Jumat 17 Maret 2023. 

Sebelumnya TikTok mengungkapkan mendapat ancaman dari pemerintah AS untuk menjual perusahaan dari kepemilikan Cina. Apabila hal ini tidak dilakukan, AS mengancam akan melarang peredaran TikTok beroperasi di negaranya

Menanggapi hal ini, Cina mendesak AS tidak lagi TikTok atau perusahaan asing lainnya yang beroperasi di negara adidaya tersebut.

"Keamanan data tidak boleh digunakan sebagai alat untuk menyalahgunakan kekuasaan negara yang menghambat perusahaan asing," kata Wang.

AS juga memerintahkan lembaga pemerintahannya untuk menghapus aplikasi TikTok dari semua perangkat sesuai perintah Kongres.Aplikasi TikTok dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional AS. Pengguna TikTok di AS diperkirakan lebih dari 100 juta orang.

Cina pun menentang sikap AS yang dianggap berlebihan soal TikTok dan menyalahgunakan kekuasaan terhadap perusahaan asing seperti ByteDance. Perusahaan ByteDance merupakan perusahaan teknologi internet China yang mengembangkan TikTok.

 

 

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.