REQNews.com

Baju Bekas Ilegal Sulit Diberantas dari E-Commerce, Kenapa?

News

Friday, 07 April 2023 - 05:00

Ilustrasi baju bekas ilegalIlustrasi baju bekas ilegal

JAKARTA, REQnews - Pemerintah kesulitan memberantas penjualan baju bekas impor ilegak yang dijajakan di e-commerce.

Menurut Menkop UKM Teten Masduki, penyebabnya dikarenakan para penjual selalu punya modus baru agar tetap bisa berdagang di platform daring.

Teten berkata, salansatu modusnya yakni mengubah keyword atau kata kunci pencarian.

"Sudah di-takedown iklan-iklan tenant pakaian bekas (muncul lagi)," kata Teten dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta, Kamis 6 April 2023.

Sementara Plt Dirjen perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Moga Simaptupang berkata, para pedagang daring ini sulit dideteksi karena kerap mengganti istilah dalam berjualan.

"Kadang sudah di-takedown, besoknya ganti istilah lagi. Jadi memang perlu percepatan dari teman-teman semua agar penjualan pakaian bekas melalui e-commerce selesai," ucap Moga.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Logistik Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Even Alex Chandra juga mengatakan, pembasmian berbagai produk pakaian bekas ilegal di e-commerce ibarat main kucing-kucingan.

"Contoh yang kita temui, indikasi awal di minggu-minggu awal isunya mulai ramai. Itu mereka memang pakai kata bal, sekarang sudah pakai kata karungan. Jadi memang tim harus mencari terus-terusan," ujar Alex.

Ia menyampaikan, ada sebanyak 40 ribu link penjual pakain bekas impor ilegal sudah di-takedown di e-commerce anggota IdEA hingga Maret 2023.

"Kami terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga serta kepolisian agar seluruh produk ilegal ini bisa segera diselesaikan. Kami juga berharap dukungan dari teman-teman semua untuk senantiasa melaporkan apabila ada produk ilegal yang sekiranya mengganggu," katanya.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.