REQNews.com

Seorang Petugas Imigrasi Tewas Diserang Teroris Jaringan Uzbekistan yang Kabur

News

Tuesday, 11 April 2023 - 16:36

Konferensi Pers Densus 88 Antiteror Polri di Gedung Humas Polri (Foto: Hastina/REQnews)Konferensi Pers Densus 88 Antiteror Polri di Gedung Humas Polri (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Seorang petugas Imigrasi Klas I Jakarta Utara tewas usai diserang oleh tiga dari empat Warga Negara Asing (WNA) Uzbekistan yang ditangkap terkait dengan propaganda terorisme di media sosial, yang melarikan diri dari Ruang Detensi Kantor Imigrasi.

Ketiga WN Uzbekistan yang sebelumnya ditangkap dan melarikan diri adalah BA (32), OMM (28) dan MR (26). Sementara satu orang lainnya bernama BKA (40) tak ikut melarikan diri dari Kantor Imigrasi tersebut.

Empat WN Uzbekistan itu, disinyalir merupakan jaringan terorisme internasional atau Katiba Tawhid Wal Jihad.

"Dari peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dari petugas Imigrasi atas nama Bapak Adi Widodo meninggal dunia," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar dalam konferensi pers pada Selasa 11 April 2023.

Selain itu, Aswin mengatakan bahwa petugas Imigrasi lainnya yang bernama Dicky Visto Damas mengalami luka berat. Sementara Supriatna mengalami luka ringan dan keduanya saat ini masih menjalani perawatan.

Ia mengatakan jika dua anggota Densus 88 juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Bripda Bripda Dendry dan Bripda Bahrain mengalami luka berat akibat serangan itu.

Aswin menyebut bahwa pihaknya juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau yang digunakan untuk menyerang petugas. Atas peristiwa tersebut, pihaknya juga melakukan visum pada para korban.

Menurutnya, tiga dari WN Uzbekistan tersebut melakukan penyerangan ketika petugas yang berjaga tengah melakukan persiapan santap sahur serta Salat Subuh. 

"Dalam upayanya untuk melarikan diri atau untuk menyerang kemudian dalam rangka melarikan diri," ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.