REQNews.com

Terungkap di Dokumen Rahasia yang Bocor, AS Sadap dan Mata-matai Sekjen PBB Guterres

News

Kamis, 13 April 2023 - 13:32

Sekjen PBB António Guterres (Foto: AP Photo/Mary Altaffer)Sekjen PBB António Guterres (Foto: AP Photo/Mary Altaffer)

WASHINGTON, REQNews  – Salah satu isi dari dokumen rahasia Pentagon yang bocor dibeberkan Pemerintah Amerika Serikat menuduh bahwa Sekretaris Jenderal PBB terlalu mengakomodasikan kepentingan Rusia.

File-file tersebut menunjukkan bahwa AS telah memata-matai dan menyadap percakapan Antonio Guterres.

Beberapa dokumen juga menggambarkan komunikasi pribadi yang melibatkan Guterres dan wakilnya.

Dokumen tersebut berisi pengamatan jujur dari Guterres tentang perang di Ukraina dan sejumlah pemimpin Afrika. Satu dokumen yang bocor berfokus pada kesepakatan biji-bijian Laut Hitam, yang ditengahi oleh PBB dan Turki pada bulan Juli, menyusul kekhawatiran akan krisis pangan global. 
Dokumen itu menunjukkan bahwa Guterres sangat ingin mempertahankan kesepakatan sehingga dia bersedia mengakomodasi kepentingan Rusia.

"Guterres menekankan upayanya untuk meningkatkan kemampuan ekspor Rusia," kata dokumen itu. "Bahkan jika itu melibatkan entitas atau individu Rusia yang terkena sanksi."

Tindakan Guterres pada bulan Februari, menurut penilaian intelijen AS, telah merusak upaya untuk meminta pertanggungjawaban Moskow atas tindakannya di Ukraina.

Para pejabat PBB tersinggung dengan klaim AS yang menganggap bahwa diplomat top dunia itu bersikap lunak terhadap Moskow. Pejabat juga tidak mengomentari dokumen yang bocor, dan mengatakan bahwa keputusan PBB berlandaskan untuk mengurangi dampak perang terhadap orang-orang termiskin di dunia.

"Hal itu (keputusan kami) berarti melakukan apa yang kami bisa untuk menurunkan harga pangan, dan memastikan bahwa pupuk dapat diakses oleh negara-negara yang paling membutuhkannya."

Pejabat PBB jelas tidak senang dengan interpretasi Amerika atas upaya Guterres untuk meminimalisir krisis pangan global. Mereka mengatakan bahwa Guterres telah memperjelas penentangannya terhadap perang Rusia.

Dokumen lain dari pertengahan Februari menggambarkan percakapan antara Guterres dan wakilnya, Amina Mohammed. Di dalamnya, Guterres mengungkapkan kecemasan atas seruan Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, agar Eropa memproduksi lebih banyak senjata dan amunisi sebagai akibat dari perang di Ukraina.

Keduanya juga berbicara tentang pertemuan puncak para pemimpin Afrika baru-baru ini. Amina Mohammed mengatakan bahwa presiden Kenya, William Ruto, sangat kejam dan dia tidak mempercayainya.

Juru bicara keamanan nasional AS John Kirby mengatakan bahwa pemerintah AS berusaha keras untuk mengungkap kebocoran tersebut.

"Ini adalah serangkaian kebocoran berbahaya. Kami tidak tahu siapa yang bertanggung jawab, kami tidak tahu mengapa. Dan kami sedang menilai implikasi keamanan nasional, dan saat ini juga ada penyelidikan kriminal," katanya dalam pidatonya.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.