REQNews.com

Palang Merah Kenya: 112 Anggota Sekte Puasa Sampai Mati untuk Bertemu Yesus Dinyatakan Hilang

News

Monday, 24 April 2023 - 18:56

insightpostug.cominsightpostug.com

Nairobi, REQNews.com -- Palang Merah Kenya mengatakan 112 anggota Good News International Church, yang memerintahkan pengikutnya puasa sampai mati untuk bertemu Yesus, dikabarkan hilang dan masih dalam pencarian.

Tidak ada penjelasan apakah 51 jenazah yang ditemukan di kuburan dangkal di Malindi adalah bagian dari 112 yang hilang. Yang pasti, pencarian di tanah pertanian milik Pendeta Paul Mackenzie Nthenge -- sang pemimpin sekte -- akan terus dilakukan.

Pernyataan Palang Merah Kenya juga memicu kekhawatiran akan penemuan yang jauh lebih besar dalam penggalian beberapa hari ke depan. Pencarian dan penggalian akan fokus ke area pertanian seluas 800 hektar milik Pendeta Nthenge, karena pengikuti sekte diyakini bersembunyi di semak-semak hutan Shakahola -- tidak jauh dari tanah pertanian itu -- setelah mayat pertama ditemukan di kuburan dangkal pekan lalu.

Sejumlah anggota sekte diselamatkan dari kematian. Mereka dibawa ke rumah sakit di Malindi, kota pantai di Samudera Hindia, tapi tak seluruh dari mereka bersedia diselematkan.

Hussein Khalid, anggota kelompok hak asasi manusia Haki Afrika yang memberi tahu polisi soal sekte ini, mengatakan salah satu anggota sekte diselamatkan dan dibujuk untuk mengakhiri puasa dengan hidangan lezat dan air.

"Dia menutup mulutnya, menolak makanan, dan dengan tegas akan melanjutkan puasa sampai mati," kata Khalid kepada AFP. "Dia jelas-jelas mengalami tekanan fisik, dan berusaha bertahan."

Presiden Kenya William Ruto, Senin 24 April, berjanji menindak gerakan keagamaan yang tidak dapat diterima. "Teroris menggunakan agama untuk melakukan tindakan keji, orang-orang seperti Mackenzie Nthenge malakukan hal serupa," kata Ruto.

Menteri Dalam Negeri Kenya Kithure Kindiki mengatakan kasus ini adalah penyalahgunaan hak asasi untuk kebebasan beribadah yang jelas diabadikan secara konstitusional.

Kenya adalah negara mayoritas Kristen. Negara berupaya mengatur agama tapi ditentang keras karena dianggap merusak konstitusi yang memisahkan gereja dan negara.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.