REQNews.com

Ribuan Warga Kenya Datangi Situs Sekte Puasa Sampai Mati untuk Bertemu Yesus

News

Tuesday, 25 April 2023 - 15:31

Wachira Mwangi | Nation Media GroupWachira Mwangi | Nation Media Group

Malindi, REQNews.com -- Ribuan warga Kenya, Selasa 25 April, mendatangi situs Good News International Church -- sekte yang memerintahkan pengikutnya puasa sampai mati untuk bertemu Yesus -- untuk mencari anggota keluarga yang hilang.

AFP melaporkan pencarian korban puasa sampai mati dilanjutkan di tengah ketakutan yang membludak di antara ribuan yang hadir. Nation-Africa melaporkan mereka datang dar Nyanza, Westerner, dan sebagian wilayah Coast.

Orang asing yang datang ke tepat itu berasal dari Lungalunga di Tanzania dan Uganda. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pengikuti sekte adalah orang asing.

"Pengikut sekte hidup dalam kesendirian," kata seorang pengikut sekte yang diselamatkan dengan mengakhiri puasa. "Pandeta Paul Mackenzie memiliki cengkeraman kuat kepada pengikutnya."

Mwana Wa Yesu, seorang pengikut sekte, mengatakan kepada detektif; "Saya ingin bergabung dengan kerajaan Yesus. Saya akan mulai berpuasa Juni 2023. Saya hanya percaya Yesus, bukan tuhan."

Mwana Wa Yesu adalah satu dari banyak pengikut sekte yang menolak diselamatkan. Ratusan lainnya diperkirakan bersembunyi di semak-semak di dalam hutan, tak jauh dari tanah properti milik sang pemimpin.

Sebelum pencarian dilanjutkan situs sekte, terletak di tanah pertanian milik Mackenzie seluas 800 hektar, terlihat sepi. Yang ada hanya Alitab robek berserakan, pakaian dan barang pribadi tercecer, serta kondom tak terpakai tergeletak di beberapa rumah.


Menolak Sekolah

Situs resmi Good News International Church menginformasikan Mackenzie mendirikan sekte tahun 2003, dan bergerak di Nairobi -- ibu kota Kenya -- dan sepanjang pantai dan mengklaim memiliki 3.000 pengikut.

Ajaran sekte bertujuan memelihara umat beriman secara holistik dalam semua hal spiritualitas Kristen sebagai persiapan kedatangan Yesus Kristus kali kedua melalui pengajaran dan penginjilan.

Tahun 2017 Mackenzie meluncurkan saluran YouTube. Ia memperingatkan pengikutinya untuk mengindari praktik demonik, seperti memakai rambut palsu dan menggunakan uang seluler.

Belakangan, Mackenzie ditangkap atas tuduhan meradikalisasi masyarkat, dengan mendesak anak-anak tidak bersekolah karena pendidikan tidak diakui Alkitab.

Dua tahun kemudian, tepatnya 2019, Mackanzie menutup gerejanya di Nairobi. Kepada The Nation, dalam wawancara bulan lalu, Mackenzie mengatakan; "Saya mendapat wahyu bahwa waktu berhenti telah tiba."

Pertanyaannya, bagaimana seorang mantan sopir taksi yang menjadi pendeta mampu menggerakan pengikutnya untuk berpuasa sampai mati?

Inspektur Jenderal Polisi Japhet Koome mengatakan; "Mackenzie menggunakan dua hal; membangun ketakutan dan cuci otak. Ia menebar konsekuensi buruk bagi anggota yang gagal melakukan apa yang diperintahkan."

Cuci otak, menurut Koome, dilakukan Mackenzie setiap hari, bertahap, dan sistematis. "Ia tahu setiap orang yang bergabung dengannya memiliki kebutuhan berbeda," kata Koome.

 

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.