REQNews.com

Pemilik Toko Perhiasan Mewah di Sydney Australia, Michel Germani Dituduh Jadi Dalang Perampokan Palsu

News

Thursday, 11 May 2023 - 10:31

Perampokan di toko (foto:Istimewa)Perampokan di toko (foto:Istimewa)

CANBERRA, REQNews - Seorang pembuat perhiasan terkenal di Sydney, Australia, ditangkap karena diduga merencanakan perampokan bersenjata di toko mewahnya sendiri, Germani Jewellery pada Senin 8 Mei 2023.

Dia kemudian mengajukan klaim asuransi palsu senilai lebih dari US$ 2,8 juta atau Rp41,2 miliar.

Pada awalnya, Michael Elias Germani (65) mengaku bahwa dia dan seorang stafnya yang berusia 47 tahun diancam oleh dua pria yang menyamar sebagai pembeli di tokonya yang terletak di George Street, Sydney, pada 19 Januari.

Salah satu pria disebut mengancam staf toko dengan pisau, sementara satunya lagi meminta akses ke brankas perhiasan.

Germani kemudian mengaku bahwa pelaku mengikat tangan dan kaki mereka sebelum melarikan diri dengan sejumlah perhiasan.

Bulan lalu, polisi berhasil menangkap dua pria yang masing-masing bernama Shanel Tofaeono (37) dan Mounir Helou (57) atas dugaan perampokan.

Tetapi Inspektur Detektif Joe Doueihi mengatakan kepada wartawan pada Selasa 9 Mei 2023, polisi merasa ada kejanggalan tentang perampokan toko perhiasan tersebut hingga kemudian memutuskan menangkap Germani.

"Saya dapat menunjukkan ada cukup bukti yang akan melibatkan pemilik toko dalam mendalangi perampokan itu," kata Doueihi seperti dikutip dari BBC, Rabu 10 Mei 2023.

Germani didakwa terlibat dalam merencanakan dan mengoordinasikan perampokan serta berusaha menipu perusahaan asuransi.

Dalam situs web-nya, Germani Jewellery menuliskan telah berdiri sebagai merek Italia di Australia sejak tahun 1985 dan telah merancang dan memproduksi perhiasan mewah untuk keluarga Kerajaan Arab Saudi, Ratu Noor dari Yordania, Duke & Duchess Of Wellington, Elizabeth Taylor, Putri Diana, dan pejabat internasional terkenal lainnya di seluruh dunia.

Menurut Doueihi wanita yang menjadi staf toko menderita luka fisik dan benar-benar trauma oleh perampokan palsu tersebut.

"Dia murni tidak bersalah dan korban dari apa yang dia yakini sebagai perampokan," kata Doueihi.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.