REQNews.com

Dor, Guru Tewas Tertembak di Saparua Maluku, Hati-hati! Pelaku Masih Bebas Berkeliaran

News

Sunday, 28 May 2023 - 16:02

Ilustrasi penembakan (foto:Istimewa)Ilustrasi penembakan (foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Pelaku penembakan terhadap dua guru di Desa Itawaka, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku,belum tertangkap. Peristiwa penembakan oleh orang tak dikenal itu terjadi pada Senin 15 Mei 2023.

Dua orang guru di Desa Itawaka yang menjadi korban penembakan orang tak dikenal pada Senin 15 Mei 2023 tersebut, salah satunya meninggal dunia.

Korban meninggal dunia adalah Welna Hatu (41), sementara korban luka Ronal Papilaya (47).

Welna tertembak di bagian leher, ia sempat mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pattimura yang ke-206 yang digelar di Saparua. Usai upacara, guru SMA 14 itu pamit pulang ke Desa Itawaka untuk beribadah.

Mezak lantas membawa isrinya balik ke Kantor Camat Saprua, kemudian dibawa menggunakan mobil menuju RSUD. Namun, Welna sudah meninggal dunia saat tiba di RSUD sekitar pukul 16.00 WIT akibat pendarahan di bagian leher.

Di lokasi yang sama, warga Bernama Ronal Papilaya (47) juga ditembak orang tak dikenal. Peluru mengenainya di bagian wajah. Ronal juga tertembak usai mengikuti upacara HUT Pattimura di Kota Saparua.

Usai ditembak, Ronal masih sempat membawa sepeda motor menuju Desa Ihamahu guna meminta pertolongan setelah mengalami luka tembak di bagian bawah dagu sebelah kanan.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat mengatakan tim gabungan dari Reskrimum Polda dan Polresta Ambon masih terus berupaya mengungkap siapa otak di balik penembakan yang menawaskan satu warga tersebut.

"Kasus ini ditangani tim gabungan dari Reskrimum Polda Maluku dan Polresta Ambon. Tim kami sampai saat ini masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan," kata Ohoirat di Ambon, Sabtu 27 Mei 2023.

Sejauh ini, kata Ohoirat, pihaknya tengah meminta keterangan terhadap tujuh orang saksi terkait peristiwa penembakan tersebut. Sementara, peluru yang bersarang di tubuh korban telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polri untuk uji balestik.

"Untuk proyekti sudah kami ambil dan kirim untuk uji balestik," ucapnya.

Ohirat mengatakan pengungkapan kasus penembakan dua warga Saparua cukup sulit karena TKP berada di hutan dan cenderung sepi. Ia mengharapkan kerja sama dan partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.