CEO Wagner Group Yevgeny Prigozhin Bantah Tuduhan akan Gulingkan Vladimir Putin
Moskwa, REQNews.com -- Yevgeny Prigozhin, CEO tentara bayaran Wagner Group, membantah tuduhan akan menggulingkan Presiden Vladimir Putin.
"Pasukan bayaran saya tidak punya kebutuhan menggulingkan Kremlin," kata Prigozhin, menjawab tuduhan Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di AS.
Menurut Prigozhin, Wagner Group tidak dapat menggulingkan Kremlin karena kekurangan tenaga. Sebelumnya, Igor Girkin -- mantan komandan Wagner Group -- mengklaim Prigozhin ingin menggulingkan Kremlin.
Prigozhin dan Wagner Gorup menjadi terkenal setelah memenangkan pertempuran paling berdara di Bakhmut. Selama pertempuran, Prigozhin tak henti mengkritik militer Rusia yang tak memberinya pasokan amunisi.
Berbicara kepada Euronews, dua pakar mengesampingkan peluang Prigozhin menjadi presiden. Analis politik Rusia Mark Galeotti mengatakan; "Berbahaya untuk berbicara seperti ini."
Musuh politik Prigozhin, terutama yang berada di militer, mendorong ide-ide Wagner Group akan menggulingkan kekuasaan. Tujuannya, merenggangkan hubungan Prigozhin dengan Putin.
Alasan Prigozhin bahwa Wagner Group tidak memiliki tenaga untuk melakukan kudeta mungkin benar. Sebab, menurut klaim AS, Wagner Group kehilangan 30 ribu serdadu di Bakhmut. Alasan lain, Prigozhin punya hubungan baik dengan Putin.
Secara samar Prigozhin menyiratkan yang berpotensi melakukan kudeta adalah Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Sebab, Soigu memiliki akses ke pasukan khusus Rusia.
Beberapa orang di Rusia mengharapkan revolusi, Prigozhin mengatakan yang diperlukan adalah koreksi sisem politik.
Pekan lalu, Prigozhin menuduh jenderal-jenderal Moskwa meremehkan perannya di Bakhmut. Ia tahu para jenderal itu melarang media pemerintah Rusia memberitakan dirinya.
"Wagner bukan sepotong sabun licin yang disodorkan para birokrat ke mana-mana," kata Prigozhin. "Wagner adalah penusuk, stilleto yang tidak bisa disembunyikan."
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.