REQNews.com

Calon PM Thailand Pita Limjaroenrat Terancam Didiskualifikasi Karena Punya Saham di Media

News

Wednesday, 31 May 2023 - 21:02

Photo: Move Forward PartyPhoto: Move Forward Party

Bangkok, REQNews.com -- Pita Limjaroenrat, calon PM Thailand setelah Partai Bergerak Maju memenangkan pemilu, terancam didiskualifikasi karena memiliki saham di sebuah perusahaan media.

Bangkok Post memberitakan ada pengaduan bahwa Pita memiliki saham di iTV Plc. "Kepemilikan saham di perusahaan media ini akan menjadi faktor kunci yang menentukan kelayakannya menduduki kursi perdana menteri," kata Wissanu Kreangam, perdana menteri sementara Thailand. "Pita kemungkinan hanya akan menjadi anggota parlemen."

Namun jika pengaduan menargetkan Pita tidak bisa menjadi PM dan anggota parlemen, pengadilan yang akan memutuskan keduanya.

Pita adalah satu-satunya kandidat PM Thailand dari Partai Maju Bergerak yang meraih kemenangan tak terduga dalam pemilu 14 Mei. Sebelum pemungutan suara, Ruangkrai Leekitwattana -- calon anggota parlemen dari Partai Palang Pracharat yang dekat dengan militer -- mengajukan pengadukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa Pita tidak memenuhi syarat mengikuti pemilihan umum karena punya saham di perusahaan media. Jika tetap ikut pemilu, Pita melanggar konstitusi.

Pasal 88 Konstitusi melarang individu mencalonkan diri dalam pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat jika memegang saham media massa.

Menurut Bangkok Post, Wissanu mengatakan pengaduan juga dapat menargetkan persetujuan Pita untuk keanggotaan Partai Maju Bergerak. Artinya, Pita bisa dipreteli seluruh hak-nya sebagai politisi.

KPU Thailand belum mengambil tindakan apa pun, dan Wissanu menyarankan agar tidak melompat ke skenario negatif.

Pada 9 Mei, Pita mengatakan di Twitter bahwa dia tidak khawatir dengan kasus itu karena saham di iTV Plc milik dana warisan keluarga. "Status saya sebagai pengelola dana dan saya telah berkonsultasi serta memberi tahu Komisi Nasional Pemberantasan Korupsi sejak lama," tulisnya.

Partai Maju Bergerak muncul sebagai pemenang dalam pemilihan umum 14 Mei, mengalahkan Pheu Thai dengan 151 kursi parlemen. Pita segera membentuk koalisi dengan tujuh sekutu politik, termasuk Pheu Thai, Prachachat, Partai Liberal Thailand, Thai Sang Thai, Adil, Plung Sungkorn Mai, dan Pue Thai Rumphlang.

Koalisi itu menguasai 312 kursi DPR yang beranggotakan 500 orang. Namun, Pita belum akan menjadi perdana menteri sampai Partai Maju Bergerak mendapat persetujuan 750 kursi Majelis Nasional, atau setidaknya 376 suara di DPR dan Senat.

Beberapa senator ragu mendukung Pita menjadi PM. Lainnya mengatakan mereka akan memberi suara menentang Pita jadi PM.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.