REQNews.com

Kompolnas Minta Polri Tak Diskriminatif, Segera Gelar Sidang Kode Etik Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo

News

Jumat, 02 Juni 2023 - 13:33

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti (Foto: Kompas.com)Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti (Foto: Kompas.com)

JAKARTA, REQnews - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengingatkan Polri untuk tak diskriminatif dalam melakukan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap anggota bermasalah lainnya. 

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mendorong Polri untuk segera melaksanakan sidang kode etik Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utoma yang hingga sampai saat ini belum dilaksanakan, meskipun telah berkekuatan hukum tetap. 

“Kami tunggu dan berharap sidang etik Napoleon dan Prasetijo Utomo akan segera dilaksanakan, mengingat jika tidak segera diselenggarakan sidang etik, maka akan dianggap sebagai diskriminasi perlakuan bagi yang lain,” kata Poengky pada Jumat 2 Mei 2023. 

Diketahui, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Kepala Biro dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo sama-sama terlibat dalam kasus surat palsu penyidikan kasus Djoko Tjandra. 

Sebelumnya, Napoleon telah divonis dipengadilan dengan hukuman empat tahun penjara dan Prasetijo Utomo selama 2,5 tahun hasil putusan Mahkamah Agung (MA).

Poengky menyebut jika Divisi Propam Polri sudah menggelar sidang KKEP terhadap Irjen Teddy Minahasa, yang dalam persidangan telah divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun, vonis tersebut belum berkekuatan hukum tetap karena masih dalam tahap banding. 

Sedangkan untuk Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo yang hukumannya telab inkracht, masih menunggu pelaksanaan sidang KKEP. Sidang tersebut harus segera dilaksanakan, jika tidak, negara dibebani untuk membayar gaji keduanya. 

“Negara masih dibebani dengan membayar gaji mereka, padahal tindak pidana yang mereka lakukan telah terbukti mencoreng nama baik institusi,” katanya. 

Namun, Poengky menyebut jika pihaknya tidak melihat ada hambatan dalam penyelenggaraan sidang etik terhadap Napoelon dan Prasetijo.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.