REQNews.com

Polda Sulsel Tangkap 9 Tersangka Dugaan Perdagangan Orang ke Malaysia

News

Sunday, 18 June 2023 - 13:03

Kapolda Sulsel Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso memimpin konferensi pers dugaan TPPO (Foto: Humas Polda Sulsel)Kapolda Sulsel Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso memimpin konferensi pers dugaan TPPO (Foto: Humas Polda Sulsel)

SULAWESI SELATAN, REQnews - Polda Sulawesi Selatan mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang akan diberangkatkan ke Malaysia dengan menggunakan dokumen palsu. 
Kapolda Sulsel Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso mengatakan bahwa modus operandi para pelaku yaitu menjanjikan pekerjaan dengan gaji yang sangat memuaskan dan memanipulasi data paspor dengan alasan mengunjungi keluarga. 

Ia mengungkap bahwa jumlah keseluruhan pelaku yang ditangkap sebanyak sembilan orang, yang terdiri dari enam Laporan Polisi (LP). 

"Laporan pertama, tersangka BA merekrut melalui YS beberapa keluarganya yang berasal dari Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa untuk bekeria di Malaysia," kata Setyo dalam keterangannya yang diterima pada Minggu 18 Juni 2023. 

Kemudian, kata dia, YS menjanjikan kepada para korban untuk bekerja di perkebunan sawit di Malaysia. 

Sementara itu, tersangka BA mengurus penerbitan paspor dan visa, serta membantu melengkapi berkas yang digunakan untuk pengurusan paspor dan visa dengan dibantu oleh rekannya. Untuk biaya penerbitan pasport dan visa, nantinya akan memotong gaji para korban. 

Laporan lain, tersangka JU merekrut HA yang berasal dari Dusun IV Kelurahan Lalombundi, Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. 

"HA nantinya akan dipekerjakan di Malaysia tepatnya di perkebunan sawit, setibanya di Malaysia HA dijemput oleh RT," kata dia. 

Laporan selanjutnya, tersangka MA merekrut PMI Asrianto yang dipekerjakan di Kuala Lumpur, Malaysia. "Penyiapan paspor dibantu tersangka WBA selaku Kepala Cabang mengatasnamakan PT. Isti Jaya Mandiri," katanya. 

Setyo mengatakan bahwa pelaku juga dibantu juga oleh petugas imigrasi pada kantor Imigrasi kelas I TPI Makassar. "Yakni YU dan Asrianto berteman, membayar 10 juta serta tidak sesuai dengan prosedur/ketentuan yang berlaku," lanjutnya. 
Penyelidikan selanjutnya, kata dia, berupa hasil wawancara dan undercover yang dilakukan oleh personil satgas TPPO PMI Polda Sulsel di Kota Parepare pada Juni 2023. 

"Diperoleh informasi terjadi dugaan TPPO PMI, di mana AS merekrut BA dan tersangka SA kemudian SA berperan menyuruh menjemput beberapa orang di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, selanjutnya mereka ditampung di rumah SA di Parepare," tambahnya. 

Kemudian Laporan Pada 10 Juni 2023, polisi memperoleh data atau informasi terkait adanya empat orang PMI dan empat orang anak di cegat dan diamankan karena hendak berangkat ke Malaysia secara ilegal. 

"Lewat jalur darat melalui Kota Pontianak, dari informasi tersebut selanjutnya tim berangkat ke tempat penampungan (Shelter BP3MI provinsi Kalbar) dan melakukan pemeriksaan terhadap korban JA, AZ,HE dan HA," kata dia. 

Setyo mengatakan bahwa para korban tersebut berasal dari Jeneponto dan Gowa, yang ingin ke Malaysia menggunakan jasa pengurus atas nama tersangka BE. Ia mengungkap bahwa para korban tertarik akan dipekerjakan diperkebunan sawit dengan upah yang tinggi. 

Selanjutnya, penyelidikan personil Satgas TPPO PMI Polres Bulukumba pada bulan Juni 2023, mendapatkan laporan terjadi dugaan TPPO PMI yaitu Tersangka SA melakukan perekrutan mengajak dan menjanjikan pekerjaan di Malaysia serta membiayai pemberangkatan calon pekerja. 
Dalam mesempatan itu, ia menegaskan akan berkomitmen terus mengusut jaringan TPPO di Sulsel ini untuk menyelamatkan anak bangsa. 
 

“Harus benar-benar serius, dan juga termasuk masyarakat harus berpartisipasi dalam memberikan informasi kepada jajaran petugas untuk bisa mengungkap,” ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.