Sejumlah Warga Sipil Tewas, Usai Militer Sudan Serang Sejumlah Kawasan Perumahan di Khartoum
KHARTOUM, REQNews - Pertempuran antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) pecah lagi pada Sabtu 17 Juni 2023. Pada pertempuran itu, serangan udara menghantam sejumlah kawasan ibu kota Sudan, Khartoum dan sejumlah warga sipil dilaporkan tewas.
Kementerian Kesehatan mengonfirmasi laporan relawan lokal pada Sabtu, sebanyak 17 orang termasuk lima anak tewas di daerah Mayo, Khartoum selatan. Selain itu 25 rumah hancur. Serangan itu menjadi yang terbaru dari serangkaian serangan udara dan artileri di wilayah miskin dan padat penduduk.
Sebagian besar dari mereka tidak mampu membayar biaya untuk mengungsi. Pada Sabtu malam, Amerika Serikat dan Arab Saudi mengatakan kedua faksi telah menyetujui gencatan senjata baru selama 72 jam. Gencatan senjata dimulai Minggu 18 Juni 2023 pagi. Sebagai informasi, gencatan senjata sebelumnya belum sepenuhnya berhasil menghentikan pertempuran.
Dalam pidato yang diposting oleh tentara pada Jumat, Jenderal Tinggi Yassir Al-Atta memperingatkan orang-orang untuk menjauh dari rumah yang telah diduduki RSF.
"Karena pada titik ini, kami akan menyerang mereka di mana saja. Antara kami dan para pemberontak ini adalah peluru," katanya.
Angkatan Darat memiliki keunggulan kekuatan udara di Khartoum dan kota-kota tetangga, Omdurman dan Bahri. Sementara RSF banyak bercokol di lingkungan perumahan.
Pada hari Jumat dan Sabtu, tampaknya tentara meningkatkan serangan udara. Serangan mereka menghantam beberapa lingkungan perumahan.
"Perang telah menelantarkan 2,2 juta orang Sudan dan mengirim wilayah Darfur yang lelah perang ke dalam malapetaka kemanusiaan," kata PBB.
Menteri Kesehatan Sudan, perang Sudan telah menewaskan lebih dari 3.000 orang dan melukai lebih dari 6.000 lainnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.