REQNews.com

Apa Itu Wagner Group? Mengapa Gunakan Nama Wagner, Bukan Prigozhin?

News

Minggu, 25 Juni 2023 - 12:10

Moskwa, REQNews.com -- Perhatian dunia kepada Wagner Group dan Yevgeny Prigozhin baru saja mencapai puncaknya ketika kelompk tentara bayaran dan bos-nya bergerak menuju Moskwa. Militer Rusia bersiap menyambutnya membangun membangun pertahanan.

Sejenak dunia mengira Rusia terjerumus ke dalam perang saudara, dengan Wagner Group dan Militer Rusia saling bunuh dan menebar bom.

Presiden Vladimir Putin mengeluarkan ancaman dan menuntut kesetiaan setiap unit militer Rusia. FSB, dinas intelejen Rusia, menginvestigasi Yevgeny Prigozhin, pendiri dan CEO Wagner Group, atas dugaa kriminal.

Di titik paling krusial, ketika pasukan Wagner Group tinggal berjarak 200 kilometer dari Moskwa, Yevgeny Prigozhin menghentikan gerak tentaranya. Di Rostov-on-Don, pasukan Wagner Group ditarik ke Belarusia.

Pemberontakan Wagner Group berakhir tanpa darah, dan Kremlin mengatakan tak tahu lagi di mana Yevgeny Prigozhin berada. Berikut sekilas tentang Wagner Group.


Apa Itu Wagner Group?

Wagner Group kali pertama muncul di timur Ukraina setelah konflik separatis April 2014, atau dalam pekan-pekan pertama setelah pencaplokan Semenanjung Krimea oleh Rusia.

Rusia menyebutnya sebagai perusahaan militer swasta. Pejabat AS melihatanya sebagai organisasi proksi Kremlin.

Nama Wagner diambil dari panggilan komandan pertamanya, yaitu Dimitry Utkin -- pensiunan letnan kolonel pasukan khusus Rusia. AS memperkirakan Wagner Group beranggotakan 50 ribu personel yang bertempur di Ukraina, terdiri dari 10 ribu kontraktor dan 40 ribu narapidana.

Hampir setengah dari jumlah itu, menurut pejabat AS, tewas di Ukraina sejak Desember. Sebagian besar, bahkan hampir seluruhnya, tewas di Bakhmut.


Apa Peran Wagner Group di Ukraina?

Wagner Group mengambil peran dalam perang setelah pasukan reguler Rusia mengalami kemunduran memalukan dan kehilangan luas wilayah.

Prigozhin berkeliling dari satu ke lain penjara Rusia untuk merekrut pasukan, menjanjikan pengampunan jika selamat dari garis depan perang di Ukraina.

Dalam wawancara Mei 2023 lalu, Prigozhin mengatakan telah merekrut 50 ribu narapidana, sekitar 10 ribu terbunuh di Bakhmut. Sebanyak 10 ribu tentara bayaran Wagner Group definitif juga tewas.

AS memperkirakan Wagner Group menghabiskan 100 juta dolar setiap bukan untuk perang di Ukraina.


Siapa Yevgeny Prigozhin?

Prigozhin dan Presiden Vladimir Putin sama-sama lahir di Leningrad, kota yang kini bernama St Petersburg.

Selama tahun-tahun terakhir Uni Soviet, Prigozhin menjalani hukuman penjara 10 tahun. Keluar dari penjara dia buka kios hot-dog dan restoran mewah, yang membuat Putin tertarik.

Dalam masa jabatan pertamanya, Putin mengajak Presiden Prancis Jacques Chirac makan di salah satu resto milik Prigozhin.

"Putin melihat bagaimana saya membangun bisnis dari kios kecil ke restoran mewah. Saya tidak keberatan melayani tamu terhormat," kata Prigozhin dalam sebuah wawancara tahun 2011.

Bisnis Prigozhin berkembang luar biasa ke industri katering dan menyediakan makanan untuk sekolah. Tahun 2010, Putin membantu Prigozhin membuka pabrik yang dibangun dengan pinjaman bank.

Di Moskwa, Concord -- perusahaan milik Prigozhin -- memenangkan kontrak jutaan dolar untuk penyediaan makanan bagi sekolah umum. Prigozhin juga mengatur katering untuk acara-acara Kremlin selama beberapa tahun, yang membuatnya dijuluki 'Koki Putin'.


Mengapa Prigozhin Bentrok dengan Pemimpin Militer Rusia?

Saat Wagner Group mengalami kematian masal di Ukraina, Prigozhin mengamuk. Dalam video yang dirilis bulan lalu, Prigozhin berdiri di samping jajaran mayat pasukannya dan menuduh militer reguler Rusia tidak kompeten dan membuat pasukannya kehabisan amunisi.

Prigozhin mengecam Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Dalam rekaman video yang disebar di media sosial, Prigozhin menuduh Shoigu memerintahkan serangan roket ke kamp lapangan Wagner Group, Jumat lalu.

Dia mengatakan pasukannya akan menghukum Shoigu dalam pemberontakan bersenjata, dan mendesak tentara reguler Rusia tidak melakukan perlawanan. "Ini bukan kudeta militer, tapi pawai keadilan," kata Prigozhin.

Kementerian Pertahanan Rusia membantah tuduhan Prigozhin.


Bagaimana Moskwa Merespon?

Dalam pidato yang disiarkan Sabtu 24 Juni 2023, Presiden Vladimir Putin mengatakan pengkhianat yang mengangkat senjata melawan militer Rusia akan dihukum.

Kata 'pengkhianat' seolah dengan mudah disematkan Putin kepada orang yang dibesarkannya. Padahal, Prigozhin mengatakan tidak sedang mengkudeta Presiden Putin, tapi menghukum jenderal-jendearl Rusia.

Komite anti-Terorisme Nasional, yang merupakan bagian Layanan Keamanan Federal atau FSB, mengatakan Prigozhin akan diselidiki atas tuduhan menyerukan pemberontakan.

FSB mendesak agar tentara kontrak Wagner Group menangkap Prigozhin hidup-hidup, atau menolak perintah kriminal dan pengkhianatannya.

Polisi anti huru-hara dikerahkan dan Garda Nasional diperintah memperketat keamanan di fasilitas utama Moskwa, termasuk lembaga pemerintah dan infrastruktur transportasi.


Bagaimana 'Pemberontakan' Wagner Group Mempengaruhi Perang Rusia di Ukraina?

Pemberontakan itu menandai tantangan paling serius terhadap pemerintahan panjang Vladimir Putin, dan krisis keamanan paling serius bagi Rusia sejak 1999.

Itu bisa mengalihkan perhatian dan sumber daya dari medan perang di Ukraina, saat Kyiv melancarkan serangan balasan untuk merebut wilayahnya.

Tentara Ukraina mengatakan sedang menonton pertikaian Prigozhin-Putin. Di Moskwa, Kremlin memperingatkan Kyiv memanfaatkan momen untuk tindakan ofensif di dekat Bakhmut.

Di luar negeri, AS, Prancis, dan Jerman, mengatakan mengawasi dengan cermat perkembangan di Rusia.


Di mana Wagner Group Beroperasi?

Wagner Group memainkan peran penting dalam proyeksi Putin tentang pengaruh Rusia di tempat-tempat bermasalah di dunia.

AS, Uni Eropa, dan PBB, mengatakan Wagner Group terlibat dalam konflik di sekujur negara Afrika. Wagner Group juga memberikan jaminan keamanan kepada pemimpin nasional dan panglima perang dengan imbalan menguntungkan, berupa emas dan sumber daya alam.

Uni Eropa dan PBB menuduh Wagner Gorup melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Republik Afrika Tengah, Libya, dan Mali. Di Timur Tengah, Wagner Group membantu Presiden Bashar Assad mengakhiri pemberontakan.
 

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.