REQNews.com

Viral, Pengusaha Batik Sebar Uang 35 Juta di Tradisi Udik-Udikan, 4 Orang Terinjak-injak

News

Senin, 10 Juli 2023 - 10:02

Pengusaha Batik Sebar Uang 35 Juta di Tradisi Udik-Udikan (Foto:Istimewa)Pengusaha Batik Sebar Uang 35 Juta di Tradisi Udik-Udikan (Foto:Istimewa)

PEKALONGAN, REQNews -  Pengusaha batik Nanda, warga Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar  tradisi udik-udikan, dengan menyebarkan uang hingga Rp35 juta.

Tradisi ini dilakukan sebagai tanda rasa syukur 40 hari kelahiran putra ketiganya. Namun, acara yang dihadiri ribuan orang tersebut menjadi ricuh dan menyebabkan korban terinjak-injak.

Warga yang saling berdesak desakan hingga mengakibatkan empat orang terhimpit dan terinjak-injak mengalami pingsan karena kekurangan oksigen dan segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Atas insiden yang terjadi, Ramadhon (38) pengusaha Batik Nanda, mengaku akan bertanggung jawab penuh terhadap para korban dan kerusakan lainya yang ditimbulkan dari acara udik-udikan.

"Untuk insiden tadi pada saat acara memang ada. Kayak anak jatuh, mungkin. Karena terlalu ramai juga. Saya siap bertanggung jawab sepenuhnya.Termasuk pagar kelurahan yang ambruk, " Jelas  Ramadhon.

Dia juga menjelaskan jika informasi yang beredar bahwa ada korban yang meninggal, tidaklah benar dan hanya hoax. "Untuk kabar ada yang meninggal itu hoax," lanjutnya.  Diketahui,

Sebelumnya video yang memperlihatkan ribuan warga saling berebut uang yang disebar mencapai Rp35 juta rupiah, viral di media sosial, Minggu 9 Juli 2023.

Ramadhon (38) pengusaha Batik Nanda, mengaku sebelumnya sudah ada pelarangan dari pihak berwenang. Namun karena keputusan keluarga besar harus tetap dilaksanakan akhirnya kegiatan berlangsung.  

Kapolsek Pekalongan Selatan AKP Aries Tri Hartanto membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ya, tadi ada kegiatan udik-udikan di wilayah Jenggot. Tepatnya, di Jalan Pelita 3, RT 3 RW 9," katanya.

AKP Aries menceritakan, sebelum adanya kegiatan tersebut, pihaknya sudah mengimbau kepada pemilik rumah untuk tidak dilaksanakan. Dikarenakan, takut terjadi apa-apa.

"Sudah kita persuasif melalui kepala kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tapi sohibul hajat atau yang memiliki acara tetap ngotot untuk tetap dilaksanakan."

"Dan pada saat pelaksanaan tadi mulai ricuh, akhirnya kita hentikan. Karena, ada beberapa korban yang pingsan dan dilarikan ke Puskesmas," imbuhnya.

Kemudian, untuk kegiatan dihentikan sehingga tidak terjadi korban yang lebih banyak lagi.

"Korban sudah membaik. Tidak ada yang meninggal dunia. Kondisi korban semuanya sudah sehat. Ada korban empat orang, satu orang ibu-ibu dewasa, dan tiga anak-anak. Yang dua sudah diperbolehkan pulang," ucapnya.

Pihaknya menambahkan, untuk warga yang menggelar kegiatan selanjutnya akan diminta keterangan oleh anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.