REQNews.com

Minta NII Masuk Daftar Organisasi Teroris, Gus Najih: Pemerintah Tak Boleh Meremehkan!

News

Wednesday, 12 July 2023 - 23:15

Teroris (ilustrasi)Teroris (ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Pemerintah didesak untuk segera memasukkan Negara Islam Indonesia (NII) dalam Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) agar dapat dijangkau oleh hukum yang ada saat ini.

Wakil Sekretaris BPET Majelis Ulama Indonesia (MUI) Najih Arromadloni alias Gus Najih menyebut, NII merupakan induk dari organisasi terorisme di Indonesia.

"Genealogisnya pasti bisa dilacak sampai ke NII. Dulu ketika ada Undang-undang (UU) Subversif, mungkin bisa ditindak dengan itu. Sekarang kan sudah tidak ada; yang ada adalah UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme. Karena itu, supaya NII ini bisa dijangkau dengan undang-undang yang baru, NII harus dimasukkan DTTOT," kata Gus Najih dalam keterangannya, Rabu 12 Juli 2023.

Ia mengatakan, apara sudah mengantongi data sebaran jaringan NII. Sayangnya, tidak bisa ditindaklanjuti karena tidak ada payung hukumnya. Kewenangan aparat keamanan adalah melaksanakan produk hukum, sementara perancangan dan pembuatan hukum berada di ranah eksekutif dan yudikatif.

"Di wilayah eksekutif dan yudikatif inilah yang seharusnya proaktif untuk memberikan payung hukum supaya aparat bisa bekerja dengan efektif," ujarnya.

Gus Najih menjelaskan, keberadaan NII dapat ditelusuri hingga ke era Orde Lama, yang kala itu dipimpin Presiden Sukarno, yang sudah beberapa kali menghadapi pemberontakan saat Indonesia masih membangun stabilitas.

"Sebetulnya NII ini kita semua sudah banyak yang tahu. Didirikan oleh Sekarmadji Kartosoewirjo. Pendiri NII ini telah ditangkap dan dihukum mati pada zaman Presiden Sukarno. Setelah kejadian itu, NII mengubah strategi perjuangannya, dari perjuangan militer ke clandestine (gerakan bawah tanah), termasuk dengan membentuk gerakan civil society," kata dia.

Sepeninggal Kartosoewirjo, muncul sejumlah nama penerus kepemimpinan di NII, seperti Daud Beureueh dan Adah Jaelani, yang menurut Gus Najih dapat ditarik relasinya hingga ke Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al-Zaytun Indramayu.

Bahkan, Gus Najih menyebut Panji adalah panglima tertinggi NII yang menjalankan peran di Ponpes Al-Zaytun, yang masuk pada Komandemen Wilayah 9 atau KW9.

“NII bersembunyi sudah sangat lama. Selama ini Panji berjuang dari mulai tahun 60-an. Kemudian, Al Zaytun dirintis dari 1992, diresmikan oleh Presiden Habibie tahun 96, artinya sudah lebih dari 30 tahun perjalanannya Al Zaytun. Kalau misalnya Panji Gumilang sekarang mengekspos pendapat-pendapatnya ke publik, itu bukan tanpa maksud,” ucap Gus Najih.

"Artinya, dia menganggap memang sudah saatnya. Dia sudah berhasil melakukan clandestine selama bertahun-tahun, sudah saatnya untuk show of force dan kemudian menawarkan ide-idenya ke publik," ujar Gus Najih menambahkan.

Gus Najih mengingatkan NII masih aktif melalui sel pergerakannya sehingga harus dicegah agar jangan sampai menciptakan pecahan kelompok terorisme. Ia pun menyebut pemerintah tidak boleh meremehkan kondisi tersebut.

“Saya kira pemerintah tidak boleh meremehkan dan saya sependapat dengan yang disampaikan oleh Komisi III maupun BNPT, bahwa penting untuk memasukkan NII ini sebagai DTTOT karena itu nantinya menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum kepada orang-orang yang masih ada di dalam NII,” kata dia.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.