Rusia di Ambang Pemberontakan Militer Akibat Pemecatan Jenderal Ivan 'Spartacus' Popov
Donetsk, REQNews.com -- Rusia menghadapi kemungkinan pemberontakan militer kedua sebagai konsekuensi pemecatan Jenderal AD Ivan Popov.
Igor Girkin, mantan pejabat pemerintah boneka di Donetks, mengatakan keluhan Jenderal Popov yang terungkap ke publik dan pemecatan terhadap jenderal paling senior itu membuat keruntuhan tak terkendali tentara Rusia semakin dekat.
Girkin memposting pandangannya di saluran Telegram pada 13 Juli, tak lama setelah Kremlin memecat Jenderal Popov -- komandan AD Rusia ke-58 yang memimpin pertempuran di selatan Ukraina.
Jenderal Popov menyebut diri 'Spartacus', dan memanggil tentaranya 'gladiator'. Ia dihormati seluruh perwira dan prajurit di bawahnya, dan mampu menghimpun dukungan perwira lain.
"Berbeda dengan Yevgeny Prigozhin, bos tentara bayaran Wagner Group, Jenderal Popov mengandalkan dukungan militer yang dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi Kremlin," kata Girkin.
Ia juga mengatakan seruan pensiunan komandan kepada publik adalah presiden paling berbahaya. Ivan Popov bukan jenderal kaya, tapi komandan alami dan bukan salah satu yang terburuk.
Pemecataannya akan menimbulkan disintegrasi tentara tak terkendali. Girkin yakin selangkah lagi Rusia menghadapi kemungkinan terburuk itu.
"Kekalahan besar militer Rusia di Ukraina akan menyebabkan pawai tentara ke Moskwa. Bukan pawai tentara bayaran, tapi prajurit reguler yang kecewa," kata Girkin.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
