REQNews.com

Menteri BKPM Bahlil Lahadalia Sebut IMF Tidak Suka Indonesia Maju? Ini Faktanya

News

Friday, 21 July 2023 - 19:30

Bahlil Lahadalia (Foto: Istimewa)Bahlil Lahadalia (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menuding ada lembaga internasional sepert IMF yang tidak ingin Indonesia maju. 

Penyebabnya adalah, IMF dan lembaga internasional lain meminta Indonesia meringankan kebijakan larangan ekspor larangan ekspor mineral mentah, seperti nikel yang sudah dilakukan sejak 2020 lalu. 

"Jadi lembaga-lembaga ini tak ingin negara ini maju," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jumat 21 Juli 2023.

Ia menilai jika hilirisasi merupakan salah satu cara yang dilakukan banyak negara agar bisa sukses dan maju, sama halnya dengan Indonesia. Maka, ia menduga jika ada pihak yang menentang kebijakan yang telah disusun itu artinya tidak ingin Indonesia maju. 

"Kalau seandainya tidak ada manfaat untuk Indonesia pasti mereka tidak memberikan rekomendasi. Jadi mereka membuat antitesa," katanya.

Sebelumnya, IMF meminta Presiden Jokowi agar mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan ekspor nikel dan komoditas lainnya. Hal ini disampaikan melalui IMF Executive Board Concludes 2023 Article IV Consultation with Indonesia yang dikeluarkan pada Minggu 25 Juni 2023. 

Pada laporan itu, MF sebenarnya menyambut baik ambisi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dalam ekspor mineral, termasuk menarik investasi asing dari kebijakan larangan ekspor itu.

IMF mendukung langkah itu, yang memfasilitasi transfer keterampilan dan teknologi. Namun, mereka mencatat bahwa kebijakan harus didasarkan pada analisis biaya-manfaat yang lebih lanjut, dan dirancang untuk meminimalkan dampak lintas batas.

"Dalam konteks itu, para direktur mengimbau untuk mempertimbangkan penghapusan bertahap pembatasan ekspor dan tidak memperluas pembatasan tersebut ke komoditas lain," tulis laporan tersebut.

 

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.