REQNews.com

Selenggarakan Pernikahan Anjing Pakai Adat Jawa, Nena Ghoib Dipolisikan

News

Rabu, 26 Juli 2023 - 14:31

Indira Ratnasari atau Nena Ghoib, crazy rich yang gelar pesta nikah anjing Rp 200 juta, ternyata tim stafsus presiden.Indira Ratnasari atau Nena Ghoib, crazy rich yang gelar pesta nikah anjing Rp 200 juta, ternyata tim stafsus presiden.

YOGYAKARTA, REQNews  - Forum Bela Budaya Adat Tradisi Daerah Istimewa Yogyakarta melaporkan Indira Ratnasari alias Nena Ghoib terkait kegiatannya menyelenggarakan pernikahan anjing memakai adat Jawa.

Pihak terlapor dalam perkara itu adalah dua pemilik anjing yakni Indira Ratnasari alias Nena Ghoib dan Valentino Chandra, serta event organizer (EO) penyelenggara pernikahan bertajuk 'The Royal Wedding Jojo dan Luna'.

Ketua Umum Forum Bela Budaya Adat Tradisi Daerah Istimewa Yogyakarta Gede Mahesa mengatakan, pelaporan didasari rasa kekecewaan dan sakit hati karena melibatkan adat Jawa dalam pernikahan dua anjing bernama Jojo dan Luna di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara,beberapa waktu lalu.

"Kita melapor untuk tindak lanjut agar objek tentang penistaan budaya ini itu ditindak secara hukum. Penjeratannya sementara di Undang-undang ITE. Ini juga mesti hati-hati kepada yang menyebarkan atau memperbanyak unggahan ini (konten terkait)," kata Gede di Mapolda DIY, Sleman, Selasa 25 Juli 2023 Dikutip dari CNN Indonesia.

Dia mengatakan meskipun Nena Ghoib sudah meminta maaf secara terbuka terkait pernikahan anjing memakai adat jawa, namun proses hukum harus tetap dilakukan karena melecehkan budaya. Apalagi, sambungnya, kemudian tersebar luas lewat media sosial.

Permintaan maaf, kata Sudarwanto, tidak cukup. Pihaknya menuntut unggahan terkait diturunkan atau dihapus, kemudian pemiliknya melakukan ritual ruwat sengkolo yang dimaksudkan untuk membuang aura negatif dan membersihkan diri.

Anggota Forum Bela Budaya Adat Tradisi Daerah Istimewa Yogyakarta dari bidang kebudayaan, Tito Pangesti Adji menambahkan pihaknya tak ambil pusing soal menikahkan dua anjing. Tapi, lain halnya ketika sudah melibatkan budaya Jawa di dalam prosesnya.

"Kalau secara visual, simbolnya itu hanya nampak pada seperangkat busana adat yang dipakai laki-perempuan, kemudian pranata adicara, MC, iring-iringan itu kan hampir sama persis paes ageng yang ada di Ngayogyakarta Hadiningrat," ujar Tito.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.