Kisah Nahas Sultan Leher Terjerat Kabel di Jalan Jaksel, Keluarga Tuntut PT Bali Tower Tanggung Jawab!
JAKARTA, REQnews - Kisah memilukan dialami seorang pemuda bernama Sultan Rif'at Alfatih (20 tahun). Sultan yang tadinya hidup normal kini hanya bisa terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit.
Untuk makan saja harus melalui selang di hidungnya. Dia juga tak bisa berbicara. Kondisi mahasiswa semester VII Universitas Brawijaya itu jadi begini usai mengalami kecelakaan di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan beberapa bulan lalu.
Kecelakaan tersebut disebabkan adanya kabel fiber optik yang menjuntai di jalan hingga menjerat leher Sultan.
Diungkapkan ayah Sultan, Fatih, saat melintas di lokasi kabel menjuntai Sultan yang mengendarai sepeda motor berada di belakang mobil jenis SUV. Tiba-tiba saja kabel fiber optik yang menjuntai itu tersangkut bagian atas mobil SUV yang melaju dan terlontar ke arah sepeda motor Sultan.
"Mobil itu kemungkinan tidak merasa ada kabel tersangkut karena besar, sehingga kabel itu ditarik terus sampai titik tertentu lepas. Begitu kabel terlepas, langsung mengenai leher anak saya, ibarat ketapel yang ditarik," jelas Fatih, dikutip Jumat, 28 Juli 2023.
Sultan seketika terpental dari motor dan langsung tak sadarkan diri. Teman-teman Sultan dibantu ojol spontan langsung menolong dan membawanya ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
"Tulang tenggorokannya putus. Jadi tulang mudanya putus, lepas dari laring faring jakunnya itu, lalu saluran makan dan napas itu putus semuanya," lanjut Fatih.
Selama tiga hari dirawat di RS Fatmawati, Jakarta Sultan tidak sadarkan diri. Setelah beberapa kali menjalani tindakan operasi pada Mei 2023, Sultan sudah diperbolehkan pulang tetapi kondisinya masih lemah dan sangat memprihatinkan.
"Dia tidak bisa bicara, tidak bisa makan minum secara normal harus melalui bantuan selang. Menelan ludah saja tidak bisa," kata Fatih.
Lalu pada hari ini Sultan dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo karena ada pendarahan di tenggorokannya. Paru-parunya juga terendam air sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Atas kejadian yang menimpa anaknya ini, Fatih pun telah berupaya mencari keadilan dengan meminta pertanggungjawaban dari PT Bali Tower sebagai pemilik kabel optik penyebab kecelakaan Sultan.
"Tujuh kali saya bolak-balik ke kantornya. Perwakilan PT Bali Tower hanya menjanjikan bantuan, hingga kini belum ada," kata Fatih.
Fatih pun menuntut agar PT Bali Tower mengakui jika kabel tersebut adalah milik mereka dan meminta ganti rugi materil maupun imateril atas insiden yang menimpa anaknya.
Sementara itu, pihak PT Bali Tower hingga saat ini belum buka suara terkait kasus Sultan yang viral tersebut.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.