REQNews.com

Sadis! Mark Zuckerberg Tega PHK Karyawan yang Cuti Melahirkan

News

Thursday, 17 August 2023 - 07:00

Mark ZuckerbergMark Zuckerberg

JAKARTA, REQnews - Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tega memecat seorang karyawan yang mengambil haknya untuk cuti melahirkan.

Pengalaman pahit ini dirasakan seorang mantan karyawan yang pernah bekerja di Meta. 

Ia berkisah, suatu pagi di tahun 2023 ini, menerima pemberitahuan resmi pemutusan hubungan kerja (PHK), yang benar-benar mengejutkannya.

Bagaimana tidak, ia tengah dalam status cuti melahirkan yang sudah berjalan enam pekan. Baginya, PHK tersebut masih belum dapat diterima.

Diketahui, mantan karyawan itu menulis informasi di akun LinkedIn miliknya, bahwa ia sudah tak lagi bekerja sejak 28 Juli 2023, tanggal saat pengumuman PHK itu datang.

“Mengingat saya keluar pada cuti hamil ketika saya di-PHK, masih terasa tidak nyata bahwa saya tidak akan kembali ke pekerjaan saya pada bulan Oktober,” kata dia, dikutip dari India Today, Rabu 16 Agustus 2023.

"Tapi apa yang terasa nyata adalah bursa kerja 2023 ini. Banyak, banyak orang berbakat, luar biasa dari Meta dan begitu banyak organisasi lain semuanya dengan spanduk #opentowork di foto mereka,” ujarnya.

Meski demikian, mantan karyawan itu sudah mengantisipasinya. Sejak desas-desus PHK massal di tubuh Meta, ia telah mencoba mencari pekerjaan baru agar tak sempat menjadi pengangguran bilamana benar-benar dipecat Meta.

“Sulit untuk melihat resume, apalagi layar telepon atau wawancara. Namun, saya berusaha untuk tetap optimis dan percaya pada keterampilan saya dan apa yang dapat saya bawa ke tabel. Sindrom penipu di pasar ini sulit dihindari," ucapnya.

Meta, induk Facebook, mengumumkan PHK putaran kedua, yang berdampak pada 10 ribu karyawan, di bulan Maret tahun ini. Namun, hanya 4.000 orang yang menerima surat PHK saat itu dan 6.000 sisanya mengetahui nasib mereka di bulan Mei. Sebelumnya, perusahaan telah memecat 11 ribu karyawan pada 2022.

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.