Setelah Wahana Antariksa Rusia Luna-25 Jatuh, Jepang dan India Bersaing Mendarat di Bulan
Moskwa, REQNews.com -- Persaingan mendaratkan wahana luar angkasa di Bulan kini tinggal melibatkan dua negara; India dan Jepang.
Chandrayaan-3, pesawat ruang angkasa India yang diluncurkan 14 Juli, memasuki orbit Bulan 5 Agustus dan sedang bersiap melakukan pendaratan di kutub selatan Bulan pada 23 Agustus.
Vikram, pendarat yang dibawa Chandrayaan-3, telah memulai fase terakhir misi mengambil gambar-gambar Bulan terbaru. India juga telah merilis gambar-gambar itu ketika Vikram bergerak ke kutub selatan Bulan yang jarang dijelajahi.
Selain Chandrayaan-3, Smart Lander for Investigating Moon (SLIM) yang dikirim Badan Antariksa Jepang (JAXA) dijadwalkan meluncur 25 Agustus bersama observatorium anstronomi X-ray XRISM.
SLIM dan XRISM akan dibawa roket H-2A. SLIM akan coba mendarat di Bulan empat sampai enam bulan setelah diluncurkan. Rencananya, SLIM mendarat pada 13 derajat lintang selatan Bulan.
Berbeda dengan Chandrayaan-3 dan Luna-25, SLIM diluncurkan untuk mendemonstrasikan teknik pendaratan Bulan yang akurat. SLIM juga akan mendarat di area Bulan yang lebih menantang di masa depan.
Rencananya, SLIM akan mendarat seratus meter dari kawah Shioli. Lokasi ini dipilih JAXA dengan menggunakan pengamatan pengorbit SELENE yang diluncurkan tahun 2007.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
